FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Menyambut bulan suci Ramadan bukan sekadar menyiapkan hidangan berbuka atau baju baru. Bagi orang tua dengan anak usia dini, tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjadikan bulan puasa sebagai momen yang membahagiakan sekaligus menanamkan fondasi spiritual yang kuat.
Hal inilah yang mendasari KB BOCAH PINTAR Karanganyar menggelar kegiatan parenting bertema “Ramadan Ceria di Mata Si Kecil: Membangun Pondasi Spiritual yang Kuat Sejak Usia Dini” pada Rabu (11/02/2026). Acara yang berlangsung hangat ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ayah Hersu, seorang konselor keluarga dan pegiat peran ayah.
Dalam paparannya, Ayah Hersu menekankan bahwa Ramadan harus ditanamkan sebagai kenangan indah yang penuh cinta, bukan justru menjadi sumber ketakutan karena tekanan target ibadah yang berat bagi anak.
Menurutnya, Spiritual Parenting bukan hanya soal mengajarkan ritual keagamaan, melainkan proses mendampingi anak mengenal makna hidup, mengenal Tuhan, hingga membangun akhlak sosial. Merujuk pada QS. Luqman ayat 13–19, ia menjelaskan pentingnya penanaman tauhid yang dibarengi dengan pengelolaan emosi dan komunikasi yang santun.
Tiga Rahasia Utama Spiritual Parenting
Ayah Hersu membagikan tiga kunci utama bagi orang tua dalam mendidik anak di bulan Ramadan:
-
Mindful Parenting: Orang tua perlu menyadari emosi sendiri dan mampu mendengar anak tanpa menghakimi.
-
SaMaTa (Santun dan Menyenangkan): Mengenalkan ibadah tanpa paksaan, dilakukan secara bertahap, dan penuh kegembiraan.
-
Keteladanan: Cara orang tua berbicara, bersikap, dan beribadah adalah pelajaran nyata bagi anak.
Data dari Heri Susilo Training Center (2024) menunjukkan bahwa 60% permasalahan siswa bersumber dari keluarga. Oleh karena itu, kualitas relasi antara orang tua dan anak menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak.
Penyelenggara KB BOCAH PINTAR, Bunda Nining, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar lembaga untuk menghadirkan Ramadan yang ramah anak. “Kami ingin Ramadan menjadi pengalaman bermakna dan membahagiakan, di mana pengasuhan dilakukan dengan penuh cinta dan kesadaran,” ujarnya.
