FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Supriyanto, memberikan suntikan semangat bagi para kepala desa dan tokoh masyarakat dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Kebakkramat, Rabu (11/2/2026).
Dalam arahannya, Supriyanto menekankan bahwa arah pembangunan desa di masa depan tidak boleh hanya terpaku pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Ia mendorong agar setiap desa mulai menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal sebagai pilar pembangunan yang berkelanjutan.
Kearifan Lokal Sebagai Identitas
Supriyanto memberikan ilustrasi menarik mengenai bagaimana identitas budaya mampu mengangkat derajat sebuah bangsa, seperti penemuan angka nol oleh bangsa India yang menjadi kebanggaan dunia hingga saat ini. Ia berharap desa-desa di Kebakkramat memiliki semangat serupa dalam menjaga entitas budayanya.
“Pembangunan itu tidak hanya infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kebudayaan yang bermuatan kearifan lokal,” ujar Supriyanto di hadapan peserta Musrenbang.
Ia mencontohkan langkah nyata yang pernah ia lakukan dengan mengalokasikan dana aspirasi untuk pengembangan desa wisata berbasis budaya, seperti festival rakyat atau kegiatan seni di tingkat desa. Menurutnya, output dari kegiatan tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan penguatan ekosistem ekonomi dan karakter masyarakat desa.
Menyikapi Dinamika Anggaran
Di tengah tantangan pemotongan anggaran (refocusing) yang dialami Kabupaten Karanganyar, Supriyanto meminta para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dan desa tidak berkecil hati. Ia mengungkapkan bahwa anggaran Karanganyar mengalami tantangan besar dibanding kabupaten tetangga, namun hal itu justru harus menjadi pemacu kreativitas.
“Meskipun anggaran terbatas, kita harus tetap proporsional. Saya secara pribadi siap mendukung usulan-usulan yang berkaitan dengan pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal, tidak hanya melulu soal jalan dan jembatan,” tegasnya.
Sinergi Pembangunan Desa
Selain masalah budaya, Supriyanto juga menyoroti pentingnya efektivitas program pembangunan seperti keberadaan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Ia mengingatkan agar pembentukan unit usaha baru di desa benar-benar dikaji agar tidak tumpang tindih dan justru membebani perangkat desa.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor gedung serbaguna desa kebak kecamatan Kebakkramat ini juga dihadiri oleh perwakilan Bapperida, Dispermades, unsur Forkopimca, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kebakkramat.
Dengan dorongan ini, diharapkan usulan Musrenbang untuk tahun 2027 dari Kecamatan Kebakkramat akan lebih berwarna, menyeimbangkan antara kemajuan infrastruktur fisik dengan kelestarian nilai-nilai luhur budaya Jawa. ( bre )
