Digoyang aksi unjuk rasa, Ketua Yayasan Tetap Lantik Nanik Sutami Jadi Rektor UBY

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Seratusan mahasiswa Universitas Boyolali ( UBY)  menggelar aksi unjuk rasa di gedung Graha Amarta kampus setempat. Rabu 11 Februari 2026. Meski diwarnai aksi protes hingga  pernyataan mosi tidak percaya dari Senat Akademik, namun Nanik Sutami tetap dilantik sebagai rektor UBY periode 2026-2030.

Disela pelantikan, Ketua Senat UBY Purwadi bahkan naik ke mimbar menyampaikan mosi tidak percaya. Diikuti, puluhan dosen dan staf yang hadir langsung berdiri membentangkan spanduk penolakan terhadap kepemimpinan Nanik.

Menurutnya proses pemilihan Rektor UBY tidak memenuhi prinsip prosedur yang adil, transparan, dan akuntabel serta bertentangan dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik.

“Senat Akademik UBY menuntut SK pengangkatan Rektor UBY terpilih periode 2026-2030 dibatalkan dan segera mengangkat rektor terpilih sesuai usulan Senat Akademik UBY, yaitu Dr. Burham Pranawa,” ujarnya.

Usai pembacaan mosi, anggota Senat memilih meninggalkan ruangan. Mereka membaur dengan mahasiswa melakukan aksi menggelar spanduk dan bendera, disertai orasi penolakan. Kendati demikian, prosesi pelantikan tetap dilanjutkan hingga selesai.

Ketua BEM UBY Yudha Wardhana menyatakan tuntutan muncul karena akumulasi keresahan mahasiswa terhadap kepemimpinan sebelumnya.

“Secara garis besar ini terkait keresahan mahasiswa sendiri,” ujarnya.

Kendati tuntutan tidak dipenuhi, ia menegaskan mahasiswa akan terus mengawal jalannya kepemimpinan rektor.

“Kami akan mengawal agar mekanisme pemilihan rektor benar-benar demokratis dan berpihak pada suara mayoritas,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada dua calon rektor UBY dalam pemilihan rektor universitas Boyolali periode 2026-2030.

Selain Nanik, ada Burham Pranawa yang mendapatkan mayoritas dukungan dari senat. Dari 16 Senat, Burhan Pranawa mendapatkan dukungan 12 senat. Adapun Nanik hanya 3 senat. Ada satu senat yang abstain.

Ketua Yayasan, Bhineka Karya, Indriyatmoko menyebut pemilihan rektor UBY ini tak hanya dilihat dari pertimbangan senat saja. Dalam statuta yayasan, Senat, menurutnya dapat mengusulkan. Akan tetapi, usulan itu tak harus disetujui oleh yayasan. Yayasan harus mengkaji secara komprehensif terhadap calon rektor.

” Ya kita lihat calon sebelumnya seperti apa. Pak Burham seperti apa. Perlu kajian yang komprehensif,” katanya.

Dijelaskan, pihak yayasan juga telah melakukan kajian sebelum akhirnya memutuskan Nanik sebagai rektor. Menurutnya, selama 4 tahun Nanik sebagai rektor, UBY menunjukkan proges positif.

” Empat tahun seperti ini, hasilnya seperti, semua akademiknya seperti ini. Jumlah mahasiswanya dulu sekitar 800 sekarang menjadi 2.054 , itu kan progres yang sangat luar biasa,” katanya.

Yayasan juga punya banyak pertimbangan sebelum memutuskan rektor. Keputusan pengangkatan Nanik pun tak bisa dibatalkan begitu saja. Indriyatmoko, menyatakan pembatalan pelantikan tidak dapat dilakukan karena menjadi kewenangan Dewan Pembina.

” Saya tidak bisa membatalkan.  Kalau diminta dikaji ulang, mungkin butuh konsultan dari luar,” kata dia. ( yull/**)