FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – BUMDesa Alam Berjo mencatatkan prestasi gemilang dalam tahun buku 2025 dengan capaian finansial yang signifikan. Melalui pengelolaan aset wisata dan unit simpan pinjam, badan usaha milik desa ini berhasil membukukan total pendapatan kotor sebesar Rp11,8 miliar.
Dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan oleh Direktur Utama BUMDesa Berjo, Sularno, terungkap bahwa efisiensi pengelolaan unit usaha mampu menghasilkan laba bersih (Sisa Hasil Usaha) sebesar Rp5,1 miliar setelah dikurangi biaya operasional.
Air Terjun Jumog: Magnet Wisata Utama
Objek wisata Air Terjun Jumog tetap menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi mencapai 81,8% dari total pendapatan.
-
Total Pendapatan: Unit wisata ini menyumbang angka sebesar Rp9,69 miliar.
-
Puncak Kunjungan: Terjadi pada bulan Juni dengan 39.030 wisatawan berkat momentum libur sekolah.
-
Wisatawan Mancanegara: Tercatat sebanyak 1.063 wisatawan asing berkunjung ke Jumog sepanjang 2025, membuktikan daya tarik internasional objek wisata ini.
Diversifikasi Usaha: Telaga Madirda dan Simpan Pinjam
Selain Jumog, unit usaha lain juga menunjukkan performa yang stabil:
-
Telaga Madirda: Menyumbang pendapatan sebesar Rp2,1 miliar (17,8%). Meskipun sempat mengalami titik terendah kunjungan pada bulan Maret (Ramadan), unit ini tetap menjadi aset potensial.
-
Unit Simpan Pinjam: Mencatatkan pendapatan Rp54,8 juta. Unit ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi dengan total tabungan nasabah mencapai Rp1,27 miliar, jauh melampaui angka kredit yang disalurkan sebesar Rp213 juta.
Rincian Biaya Operasional dan Laba Bersih
Untuk menjalankan roda usaha, BUMDesa Alam Berjo mengeluarkan biaya operasional total sebesar Rp6,7 miliar. Alokasi tersebut digunakan untuk:
-
Gaji Karyawan: Sebesar Rp4,1 miliar sebagai komitmen kesejahteraan tenaga kerja lokal.
-
Biaya Pemeliharaan & Operasional Lain: Sebesar Rp2,5 miliar untuk menjaga kualitas fasilitas wisata.
Dengan total beban tersebut, BUMDesa Berjo berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp5.149.609.000.
Kontribusi Nyata Bagi Pembangunan Desa
Sesuai dengan tujuannya untuk menyejahterakan warga, sebagian besar laba bersih dialokasikan kembali untuk kepentingan desa dan masyarakat:
-
PAD Desa: Kontribusi langsung ke Pendapatan Asli Desa (PAD) mencapai Rp2.317.324.000.
-
Dana Sosial: Alokasi untuk kegiatan sosial kemasyarakatan sebesar Rp257.480.000.
-
Dana Cadangan: Sebesar Rp1 miliar disimpan untuk pengembangan usaha di masa depan.
Sularno menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras pengurus dan dukungan penuh dari pemerintah desa serta masyarakat Berjo. “Laporan ini kami susun sebagai wujud transparansi penuh atas amanah pengelolaan aset desa selama satu tahun penuh,” tegasnya dihadapan peserta musyawarah Desa Berjo yang dihadiri elemen warga desa, kepala Desa Berjo, Camat Ngargoyoso dan Kepala Bapermades Kabupaten Karamganyar . ( bre )
