DLH Boyolali catat ada peningkatan timbulan sampah di TPA Winong

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali  Suraji mengatakan timbulan sampah yang masuk  ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong, Kabupaten Boyolali setiap bulannya tak pernah turun. Sebaliknya, jumlahnya justru terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

“Jadi sejak beberapa bulan timbulan sampah yang masuk ke TPA tak pernah turun, justru meningkat,” katanya. Selasa 11 November 2025.

TPA Winong sendiri merupakan tempat pembuangan sampah diantaranya dari wilayah Boyolali kota, Mojosongo hingga Banyudono. saat ini timbulan sampah yang masuk ke TPA mencapai 120 ton perhari.

Angka tersebut 20 ton lebih tinggi dibanding batas yang dipasang oleh DLH, yakni 100 ton timbulan sampah per hari.

“Kapasitas TPA Winong kita pasang 100 ton per hari, itu rata-rata, pada saat musim kemarau, sampah agak kering, sekitar 90 ton per hari, pada saat musim hujan sampah basah sekitar 110 ton per hari,” paparnya

Peningkatan volume sampah ini bukan hanya akibat perilaku masyarakat, menurut Suraji, tetapi juga karena kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi, sehingga banyak sampah basah yang dibawa masuk, penyebab lain yakni adanya penambahan sampah yang masuk ke TPA.

Sebagai langkah antisipasi, DLH melakukan optimalisasi blok sampah aktif, selain itu, DLH juga melakukan pembuatan blok sampah baru.

“Saat ini sedang dibuat, dipercepat, selain itu menghimbau mitra TPA yang membuang sampah di TPA untuk memilah dulu organik, rosok dan residu untuk mengurangi sampah yang masuk landfill (penimbunan), karena seharusnya hanya residu,” katanya.

DLH juga memfasilitasi tempat pemilahan dan penampungan sampah bagi pemulung sampah di TPA. Selain itu, tahun ini pihaknya juga melakukan pengadaan alat pengolah sampah berkapasitas 30 ton per hari, alat tersebut dioperasikan di area TPA untuk mengurangi sampah yang di timbun.

Sementara itu, saat ini blok sampah aktif TPA Winong masih bisa menampung setidaknya hingga 6 bulan kedepan.

“Blok aktif TPA untuk sampah masih aman 6  bulan ke depan, tahun depan DLH bikin blok sampah lagi dan juga rencana membeli lahan untuk pembuatan blok sampah berikutnya,” katanya.

Kendati demikian, Suraji juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, seperti memilah dan mendaur ulang, untuk mengurangi beban volume sampah ke TPA.

 ‎“Kami berharap warga Boyolali bisa ikut berperan aktif. Kalau sampah bisa dikelola dari rumah, tekanan terhadap sistem pengangkutan dan TPA bisa berkurang cukup signifikan,” pungkasnya. ( yull/**)