Di Lereng Merapi Simpang Paku Buwono VI Dibangun Patung PB VI

Patung PB IV dibangun di Simpang Pakubowo VI lereng Merapi (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Dalam waktu dekat bakal bertambah lagi ikon Boyolali, yakni pembangunan patung PB VI di Simpang Paku Buwono VI atau yang di kenal sebagai Sinuhun Banguntapa dirikan di Desa Samiran, Kecamatan Selo. Patung setinggi 3,5 meter tersebut tepat berada di jalur perbatasan dua gunung yakni, Merapi dan Merbabu.

“Pembangunan patung plus pendukung seperti taman dan air mancur sekitar Rp 500 juta dari Pemkab Boyolali,” ujar KRA Teguh Widodo Hadi Nagoro selaku pelaksana proyek pada Jumat (10/9).

Dijelaskan, pembangunan patung merupakan rangkaian pembangunan Simpang PB VI sejak tiga tahun lalu semasa Bupati Seno Samodro. Mengingat tanah yang digunakan masih milik Keraton Surakarta, maka Pemkab Boyolali minta izin melalui Gusti Mung.

“Permintaan diluluskan dengan syarat ada tetenger dan akhirnya dipilih patung PB VI,” katanya.

Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama pembangunan jalan, tahap kedua pembangunan kios dan penyempurnaan. Dan tahap ketiga pembangunan patung PB VI, taman dan air mancur serta panggung hiburan. khusus patungnya diproduksi oleh sanggar seni budaya Pratjimohardjo.

“Ini nanti bakal menjadi ikon baru di Boyolali. Kami berharap Pemkab Boyolali membangun lebih banyak ikon berbau budaya. Diharapkan awal November nanti bisa diresmikan,” lanjut Teguh dari Paguyuban Kawulo Karaton Surakarta (Pakasa) ini.

R Surojo, selaku pegiat sejarah dari Boyolali menyambut positif pembangunan patung PB VI tersebut. Hal itu tak lepas dari peran PB VI dalam mendukung Perang Diponegoro. Dimana PB VI sering bertemu dengan Diponegoro di kawasan Selo untuk menyusun strategi perjuangan melawan penjajah Belanda. Selain tempat untuk berjuang sekaligus tempat laku bertapa PB VI.

“Untuk tempat laku bertapa Sinuhun Banguntapa sekarang di kenal sebagai Goa Raja yang lokasinya tak jauh dari simpang PB VI,” katanya.