“BLT Dipotong, KTP Ditahan”

Sumiyati atau Ibu Sumi (50) warga Gunung Watu Rt 01/04 Desa Kalijirak menuturkan perihal masifnya modus potongan BLT sehingga setahu dirinya saja sudah ada 5 warga yang dipotong jatahnya. (suroto/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – KARANGANYAR-Warga Dusun Gunung Watu, Desa Kalijurak-Tasikmadu-Karanganyar-resah lantaran jatah bantuan sosial Covid 19 berupa Bantuan Langsung Tunai BLT dipotong oleh Pemdes (Pemerintah Desa) setempat.

Sesuai data dari pendataan pusat jatah BLT sebesar Rp600 ribu namun tragis ternyata dengan berbagai alasan jatah BLT dipotong hanya mendapatkan Rp250 ribu itupun KTP si penerima ditahan oleh pemdes dengan alasan yang tidak masuk akal. (Berita selanjutnya : Begini Klarifikasi Kades Kalijarak Terkait Alasan Pengurangan Jatah BLT)

Sumiyati atau Ibu Sumi (50) warga Gunung Watu Rt 01/04 Desa Kalijirak menuturkan perihal masifnya modus potongan BLT sehingga setahu dirinya saja sudah ada 5 warga yang dipotong jatahnya. Yakni Sumi terima Rp250 ribu sebanyak 2 kali, Hadi Samin menerima Rp300 ribu sebanyak 2 kali, Wagini Rp300 ribu sebanyak 2 kali, Yati Rp300 sebanyak 2 kali dan Walidi hanya terima Rp100 saja.

“Saya nerima BLT utuh Rp600 ribu hanya sekali, sedang giliran yang kedua dan ketiga KTP saya ditahan Pak Lurah tanpa tahu alasannya sehingga dirinya tidak bisa cairkan BLT ke Bank Jateng. Saya pasrah akhirnya saya hanya diberi Rp250 ribu selama dua kali,” ujarnya.

Menurut Sumi dirinya menanyakan perihal pemotongan dan penahanan KTP pada Pak Lurah namun dikatakan bahwa sisanya Rp350 ribu dari jatah utuh setelah diberikan Sumi hendak disalurkan pada Hadi Samin. Padahal Hadi Samin sudah resmi mendapat hak terima BLT utuh Rp600 ribu. Al ihwal ternyata Hadi Samin hanya diberi Rp300 ribu bukan Rp350 ribu selama dua kali, alias sudah dipotong jatahnya juga. “Banyak mas kasus yang saya alami itu terja di pada 5 orang. Bahkan Walidi hanya menerima Rp100 ribu padahal Walidi dan Hadi Samin diberi surat kuasa pemdes untuk cairkan sebanyak 5 KTP ke Bank Jateng tapi Walidi hanya diberi jatah Rp100 ribu saja,” serunya. (Baca juga : Tak Percaya Sanggahan Kades Kalijarak, Inspektorat Karanganyar Tetap Selidiki Kasus Pengalihan BLT)

Adapun perihal kejanggalan mengapa satu orang membawa 5 buah KTP ke Bank Jateng bisa cair Rp3 juta. Padahal menurut warga mestinya basedata BLT By name By NIK mengapa satu orang bisa mencairkan 5 KTP hanya dengan rekomendasi Kades.

Menanggapi kasus tersebut, wartawan menemui Kades Kalijirak Tri Joko belum bisa berikan konfirmasi. Wartawan menemui di rumahnya tapi yang bersangkutan sedang pergi.