Begini Klarifikasi Kades Kalijarak Terkait Alasan Pengurangan Jatah BLT

Kades Kalijarak Trijoko (suroto/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – KARANGANYAR – Kepala Desa (Kades) Kalijirak-Tasikmadu-Karanganyar, Trijoko angkat bicara terkait dugaan sunatan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Trijoko membantah adanya penyunatan atau pemotongan BLT, tetapi yang terjadi adalah pengalihan secara sepihak oleh pemdes yakni pengurangan jatah BLT hingga 50% untuk diberikan kepada warga lainnya yang sama sekali diklaim belum mendapat bansos dari manapun.

Menurut Trijoko, alokasi Bansos (Bantuan Sosial) sebanyak 213 orang, sementara data yang diajukan sekitar 400 orang lebih sehingga banyak yang tidak mendapat Bansos termasuk BLT. Meskipun ada juga yang dobel data yakni mendapatkan dana BLT & BST serta ada juga PKH, serta KKS. (berita sebelumnya: “BLT Dipotong, KTP Ditahan”)

“Saya sengaja mengalihkan anggaran tersebut kepada sebagian warga yang belum mendapatkan bantuan dengan cara bantuan yang akan cair saya pending saya alihkan pada nama warga yang lain. Besaran alokasi Rp600 ribu saya bagi dua orang sehingga jatahnya Rp300 an ribu,” tandasnya kepada wartawan.

Trijoko pun mengakui, cara tersebut berpotensi menjadi polemik karena warga yang sudah terdata mendapatkan jatah BLT marah, tapi pihaknya mengaku nekad demi pemerataan warga miskin. “Saya ditangisi warga yang sama sekali tidak mendapat Bansos. Lalu bagaimana jika Anda sebagai Kades menghadai kondisi seperti itu,” serunya.

Namun, meski dirinya menyadari akan polemik yang muncul, pihaknya sudah lakukan antisipasi dengan cara menahan sementara KTP warga yang akan mencairkan BLT untuk tanda tangan bahwa warga yang mestinya mendapat BLT menjadi tidak bisa cair karena diminta kerelaanya untuk diberikan pada warga lainnya yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan. ” Mereka itu sudah tanda tangan kerelaan tapi mengapa diendingnya mereka berontak menuduh saya menyunat dana BLT dan sebagainya,” tuturnya. (Baca juga : Tak Percaya Sanggahan Kades Kalijarak, Inspektorat Karanganyar Tetap Selidiki Kasus Pengalihan BLT)

Untuk itu Kades Trijoko meminta kesadaran warga agar situasi desa tidak membara gara-gara kasus tersebut. Bahkan Trijoko berjanji siap mempertanggung jawabkan masalah ini karena dirinya yakin bersih dan tidak ada unsur mengambil keuntungan atas pengalihan BLT tersebut. “Demi Allah saya tidak memakan uang tersebut karena niat saya untuk keadilan pemerataan. Saya,sudah bersyukur dengan rezeki yang saya miliki,” imbuhnya.

Sementara hingga kini situasi di Desa Kalijirak masih memanas warga takut bersuara setelah Jumat siang dikumpulkan di Balaidesa untuk klarifikasi.