Pemohon SKCK di Polres Boyolali Membeludak Jelang Penerimaan CPNS

Pengurusan SKCK di Polres Boyolali, Jumat 25 Oktober 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Terdengar kabar akan dibukanya penerimaan CPNS oleh pemerintah, permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Boyolali terpantau meningkat. Hal ini terjadi sejak awal Oktober 2019 hingga sekarang.

Permintaan SKCK banyak didominasi para lulusan SMA/SMK/D3/S1 yang baru lulus pada tahun 2019. Kasubag Humas Polres Boyolali AKP Eddy Lillah, mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, jumlah pemohon SKCK naik dua kali lipat dibanding hari biasa. Ada peningkatan pemohon sekitar 90-100 persen.

“Pada hari biasa kami menerima sekitar 40-50 pemohon SKCK. Pada Senin (21/10) pemohon mencapai 80 – 100 per hari. Di Polres Boyolali pada awal Oktober hingga Jumat (25/10) ada sebanyak 750 pemohon. Apabila digabungkan dengan Polsek di seluruh Kabupaten Boyolali hingga hari ini mencapai 1.854 pemohon,” jelasnya Jumat 25 Oktober 2019.

Peningkatan permintaan SKCK tersebut karena mendekati seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan dibuka pada akhir Oktober mendatang. Ada beberapa instansi yang mengeluarkan surat keterangan sebagai syarat pendaftaran CPNS. “Sebagian besar SKCK memang dibuat untuk mengikuti seleksi CPNS,” ujar dia.

Pemohon SKCK harus membawa persyaratan berkas seperti fotocopy kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akte kelahiran, ijazah sekolah terakhir dan foto 4×6 dengan background merah. Untuk proses jangka waktu pembuatan SKCK itu sendiri sangat singkat yaitu 2 menit – 4 menit.

“Dan bagi untuk pencari kerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mendaftar menjadi anggota TNI atau Polri, meminta surat rekomendasi perlakuan baik ke Polres Boyolali,” paparnya.

Biaya untuk pembuatan SKCK ini sebesar Rp 30 ribu. Dan disetor langsung oleh Bintara operator pembuatan SKCK. Untuk pelayanan pembuatan SKCK dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Pada hari Minggu atau pada tanggal merah dan hari libur pelayanan SKCK tutup.

Untuk pembuatan SKCK sistemnya online dan pembayaran ke BRI dilakukan oleh Operator/Baur pembuatan SKCK sat intelkam. Hal ini mengingat biayanya masuk pendapatan negara bukan pajak sehingga pada hari Minggu dan tanggal merah pelayanannya tidak buka.

Demi memberikan pelayanan prima maka Sat Intelkam Polres Boyolali terkait pelayanan SKCK berinovasi yaitu penyediaan ruang laktasi yang aman dan nyaman. Selain itu toliet khusus difabel dan wanita serta tempat parkir khusus difabilitas juga disediakan.

“Tentunya dengan pelayanan prima yaitu senyum salam sapa serta kecepatan proses pembuatan SKCK tidak lebih dari 5 menit. Petugas Pembuatan SKCK Sat Intelkam Polres Boyolali akan bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.