Lereng Gunung Merbabu Terbakar, BTNGMb Tutup Jalur Pendakian

Pengumuman penutupan pendakian di pintu wilayah Selo, Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) menutup sementara seluruh jalur pendakian. Hal ini menyusul kebakaran di lereng gunung di Jawa Tengah tersebut.

“Demi keselamatan pengunjung untuk sementara jalur pendakian kami tutup sementara sampai dengan kondisi memungkinkan,” kata Kepala BTNGMb, Junita Parjanti Kamis (12/9/2019).

Penutupan sementara seluruh jalur pendakian tersebut terhitung mulai hari ini. Hingga sampai batas waktu yang belum ditentukan atau sampai kondisi memungkinkan. Kebakaran gunung Merbabu kembali terjadi. Kali ini melanda kawasan hutan Taman Nasional di wilayah Desa Denokan, Kabupaten Magelang.

Api kali pertama diketahui sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari tadi. Pihaknya langsung mengerahkan anggotanya untuk naik ke lokasi kebakaran. Selain iti BTNGMb juga berkoordinasi dengan masyarakat, pihak-pihak terkait BPBD, MMP/MPA, potensi SAR dan relawan untuk bahu-membahu dalam giat Dalkarhut.

Sementara itu, menghindari hal-hal yang tak diinginkan BTNGMb langsung menjemput puluhan pendaki yang masih diatas. “(Pendaki) yang masih diatas sudah disusul (untuk segera diajak turun),” katanya.

Di gunung Merbabu, terdapat lima pintu jalur pendakian resmi. Yaitu jalur Selo, Suwanting, Wekas, Cuntel dan Tekelan. Di jalur pendakian Selo yang merupakan jalur favorit pendaki, jelas Junita, ada 58 orang pendaki. Kemudian yang naik melalui jalur Tekelan ada 6 orang. Sedangkan untuk jalur Wekas dan Cuntel, kosong. Sementara untuk jalur Suwanting ada 12 pendaki namun saat ini sudah turun semua.

“Jalur terdekat dengan lokasi kebakaran hutan adalah jalur Suwanting. Tapi di jalur tersebut sudah clear. Sementara jalur Selo agak jauh,” jelas Junita.

Menyusul terjadinya kabakaran kali ini, BTNGMb, menutup sementara seluruh jalur pendakian. Penutupan sementara itu mulai hari ini hingga sampai batas waktu yang belum ditentukan atau sampai kondisi memungkinan lagi untuk aktivitas pendakian.