PPDB SMP 2019 di Boyolali Ditutup, Sejumlah Sekolah Kekurangan Calon Siswa

Pengisian berkas calon siswa baru di Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Meskipun pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP 2019 secara online telah ditutup, Sabtu (6/6) namun ternyata masiha da sejumlah sekolah kekurangan siswa atau pendaftar. Untuk itu, sekolah tersebut diberi kesempatan membuka pendaftaran secara ofline.

“Ya, memang ada beberapa SMP masih kekurangan siswa. Jadi kami beri kesempatan membuka PPDB secara ofline,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto melalui Kabid SMP, Lasno.

Ditemui wartawan, dia menjelaskan, pendaftaran ofline dibuka selama dua hari, Senin- Selasa (8-9/6). Syaratnya, pendaftaran mencabut berkas terlebih dahulu dari sekolah tempat dia mendaftar.

“Pendaftaran ofline ini disesuaikan dengan jumlah kekurangan siswa. Misal satu sekolah masih kekurangan 5 siswa, maka jika pendaftar baru sudah terpenuhi, maka pendaftaran langsung ditutup.”

Adapun sekolah yang masih kekurangan siswa antara lain, SMP 2 Selo, SMP 3 Juwangi, SMP 3 Simo, SMP 2 Nogosari. Kemudian SMP 2 Sambi dan SMP 2 Klego. Kekurangan siswa ini lantaran adanya penumpukan pendaftar pada satu sekolah tertentu.

“Misal, pendaftar di Kecamatan Juwangi. Mereka hanya memilih satu pilihan dari tiga pilihan sekolah yang ada, yaitu hanya pilih SMP 1 Juwangi. Sehingga pendaftar di SMP 2 dan SMP 3 Juwangi belum memenuhi kuota,” lanjutnya tanpa menjelaskan rinci kuota pendaftar.

Disinggung tentang keluhan sejumlah orang tua siswa yang alamatnya tidak masuk zonasi sekolah terdekat, dia mengakuinya. Diakui, ada kendala untuk pengukuran dukuh- dukuh di setiap desa di seluruh wilayah Boyolali yang mencapai sekitar 11.000 dukuh.

Sehingga disepakati, pengukuran jarak dilakukan pada tanggal 14 Juni pukul 08.00- 12.00. Sebelumnya, kepala sekolah mendatangi setiap desa untuk menanyakan nama seluruh dukuh di desa tersebut guna pengukuran jarak ke sekolah terdekat.

”Yang perlu diketahui, jarak ini tidak diambil secara garis lurus, namun sesuai jalur atau jalan yang dilalui menuju sekolah terdekat. Dan memang ada dukuh yang masuk dalam zona zonk.”