Dishub Boyolali Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Tim penilai menguji pelajar dalam lomba pelajar pelopor lalu lintas, Rabu 24 April 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali mengadakan lomba pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tahun 2019. Disamping bertujuan untuk mencari pelajar pelopor terbaik di Kabupaten Boyolali, pemilihan tersebut sekaligus sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kecelakaan di kalangan pelajar.

“Jadi lomba pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan tahun 2019 ini diperuntukan bagi siswa SMA/SMK/MA/Sederajat di seluruh Kabupaten Boyolali,” ungkap Kepala Seksi Keselamatan Dishub Kabupaten Boyolali, Mardiyono di lokasi seleksi yang bertempat di aula Dishub Boyolali, pada Rabu (24/4).

Pelajar yang mengikuti lomba harus melewati beberapa tahapan untuk dapat lolos ke tahap seleksi. Setelah menjaring siswa ke seluruh kecamatan, didapatkan 36 siswa yang berhak mengajukan makalah pada dewan juri. Dari 36 siswa tersebut masih diseleksi kembali untuk dapat menemukan 20 siswa yang siap memaparkan makalahnya di depan lima dewan juri.

“Jadi untuk kegiatan ini kita menekankan pada masalah keselamatan,” terangnya.

Kelima dewan juri yang terdiri dari unsur Kepolisian, Jasa Raharja, Organisasi Angkutan Darat (Organda), jajaran Cabang Dinas Pendidikan, dan Dishub Kabupaten Boyolali akan menilai lima kriteria yang diujikan. Kelima kriteria tersebut yakni, kriteria kepemimpinan (leadership) yang berbobot nilai 20 persen. Penilaian kedua yakni public speaking dengan bobot nilai 20 persen. Kriteria ketiga yakni norma dan etika berbobot 20 persen.

Untuk kriteria keempat mencakup materi karya tulis atau makalah yang telah dibuat peserta meliputi struktur penulisan, kualitas isi, pesan dan harapan, penyusunan kalimat, dan bahan presentasi yang memiliki bobot nilai 30 persen. Kriteria kelima dengan bobot nilai sebanyak 10 persen didapat dari prakterk lapangan yang terdiri dari simulator dan safety riding.