KECELAKAAN BOYOLALI: Sopir Bus Maut Divonis 4 Tahun Penjara

Evakuasi bus pariwisata yang terlibat kecelakaan dengan mobil Isuzu Panther di simpang tiga Wika, Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Sabtu sore 13 Oktober 2018. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Arif Hartoyo (46), sopir bus maut yang menewaskan tujuh orang di Boyolali divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Boyolali. Vonis yang berlangsung Senin 11 Februari 2019 ini sama tuntutan jaksa.

Majelis hakim yang terdiri Agung Wicaksono, Imelda dan Wungu Putro Bayu Kumoro memvonis terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah atas kasus kecelakaan tersebut. Terdakwa terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang diatur dalam pasal 310 ayat 4 undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan pasal 2 undang-undang tersebut.

Kelalian terdakwa saat mengemudikan bus pariwisata mengakibatkan kecelakaan parah. Tujuh orang meninggal dunia karena kelalaian terdakwa. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 4 tahun penjara Dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap di tahan,” kata ketua Majelis hakim, Agung.

Terhadap terdakwa juga dibebankan Biaya perkara sebesar Rp 5 ribu. Sementara itu, terdakwa Arif Hartoyo menyatakan fikir-fikir dengan putusan majelis hakim tersebut. Begitu juga dengan JPU, Romli Mukayatsyah menyatakan hal senada.

Untuk diketahui, tujuh orang yang masih dalam satu keluarga tewas dalam kecelakaan lalu lintas di pertigaan Wika, Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo pada Sabtu (13/10) lalu. Arif Hartoyo, 46 Dukuh Belang kulon, RT 05, RW 05, Desa Jonggrangan, Kabupaten Klaten Sopir bus Pariwisata bernopol AD 1417 DH kemudian ditetapkan tersangka atas isiden maut tersebut.