FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Bangunan bersejarah De’Tasikmadoe Heritage yang biasa tampil anggun dan tenang, mendadak riuh dan hidup pada Sabtu (22/8/2026) malam. Pendar cahaya lampu berpadu dengan ketukan langkah ribuan pasang sepatu pelari, menciptakan atmosfer hangat dalam gelaran De’Tasikmadoe Eco Night Run 2026.
Sebanyak 1.250 pelari dari pelosok Solo Raya tumpah ruah memadati area cagar budaya ini. Tak sekadar merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ajang lari malam ramah lingkungan ini menjadi langkah manis PUD Aneka Usaha Karanganyar bersama lintas sektor untuk memoles De’Tasikmadoe menjadi magnet baru wisata olahraga (sports tourism) di daerah.
Olahraga, Edukasi Lingkungan, dan Magnet Wisata
Di balik kemeriahannya, ajang edisi kedua ini dirancang khusus untuk memadukan tiga hal penting: kebugaran tubuh, kepedulian lingkungan, dan promosi destinasi bersejarah.
“Kami ingin ajang ini bukan cuma ajang adu cepat fisik, tapi juga ruang edukasi gaya hidup sehat dan cinta lingkungan bagi anak-anak muda. Respons peserta luar biasa, dan ini jadi modal kuat kami untuk terus memoles event ini sebagai agenda pariwisata tahunan Karanganyar,” ujar Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi.
Fakta & Angka Kunci Event:
- Total Peserta: 1.250 pelari dari wilayah Solo Raya dan sekitarnya.
- Kategori Kategori 3K: 1.000 peserta (didominasi pelari santai dan keluarga).
- Kategori Kategori 5K: 250 peserta (diikuti pelari yang menguji ketahanan).
- Kolaborasi: PUD Aneka Usaha, Forkopimda Karanganyar, PASI, dan KORPRI.
Dukungan Penuh Pemkab Karanganyar
Tren lari malam yang makin digandrungi masyarakat dinilai Bupati Karanganyar, Rober Christanto, sebagai momentum emas untuk menggerakkan masyarakat aktif bergerak sekaligus menghidupkan sektor ekonomi lokal.
“Masyarakat kita makin paham pentingnya menjaga kesehatan. Antusiasme peserta yang selalu membludak di setiap event lari seperti ini luar biasa sekali. Ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi pembiasaan pola hidup sehat bersama-sama,” ungkap Rober.
Melihat tingginya daya tarik dan dampak positif bagi sektor pariwisata Karanganyar, Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk memasukkan ajang ini ke dalam kalender kegiatan resmi daerah, termasuk sebagai sajian rutin setiap peringatan HUT Kabupaten Karanganyar mendatang. ( gw/bre)
