The 5th UNS Fintech Summer Course 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Inklusif dan Keberlanjutan Digital

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar The 5th UNS Fintech Summer Course 2026. Kegiatan berlangsung 9-11 Juni 2026. (Istimewa/ thia /Fokusjateng.com)

Fokusjateng-SURAKARTA-Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan The 5th UNS Fintech Summer Course 2026. Program internasional bertema “Fintech and Digital Sustainability: Empowering Inclusive Growth through Innovation and Partnership” itu diikuti 230 mahasiswa dari 25 negara.

Kegiatan yang berlangsung pada 9-11 Juni 2026 tersebut digelar secara hybrid di Classroom 3 UNS Tower. Pesertanya berasal dari mahasiswa UNS, perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia, serta peserta internasional.

UNS Fintech Summer Course menjadi forum pertukaran pengetahuan yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara. Mereka mendiskusikan peran teknologi keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan program ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth serta tujuan ke-17 mengenai Partnerships for the Goals. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi global dan kemitraan lintas sektor sebagai bagian dari komitmen UNS terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, mengatakan transformasi digital di sektor keuangan tidak semata ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi. Menurut dia, transformasi digital juga harus memberikan dampak sosial yang lebih luas melalui peningkatan inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kerja sama global.

“Tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi atau satu negara saja. Karena itu diperlukan kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan berdampak luas,” kata Bhimo.

Keberagaman peserta dari 25 negara diharapkan dapat memperkaya perspektif kolektif sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional di bidang keuangan digital dan pembangunan berkelanjutan.

Pada pelaksanaannya, UNS menghadirkan lima pembicara yang memiliki kompetensi di bidang fintech, keuangan berkelanjutan, teknologi digital, dan pembangunan global. Berbagai sesi dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara inovasi teknologi dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Sejumlah topik yang dibahas antara lain SDGs Framework in Digital Finance, AI, Blockchain, and RegTech for Responsible Financial Systems, Cross-Border Collaboration and Digital Partnership for SDG 17, Islamic and Ethical Fintech: Balancing Profit, People, and Planet, serta Sustainable Finance in the Digital Era: From Inclusion to Impact.

Selain sesi akademik, peserta juga mengikuti field workshop di Museum Danar Hadi Surakarta. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta internasional sekaligus memperkuat pertukaran budaya dan jejaring global.

Melalui penyelenggaraan The 5th UNS Fintech Summer Course 2026, UNS Fintech Center menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di bidang keuangan digital.

Program ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya kemitraan strategis antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat sehingga mampu menghasilkan gagasan, riset, dan solusi inovatif yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada masa depan. (**/*Thia)