Komitmen ESG Nyata, Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekosistem Berkelanjutan di Lereng Lawu Karanganyar

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR— Upaya menjaga kelestarian ekosistem di lereng Gunung Lawu terus diperkuat. Menyambut Hari Lingkungan Hidup, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Soemarmo kembali menujukkan aksi nyata dengan menggelar aksi penanaman ribuan pohon di kawasan Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar, Selasa (30/6).
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Berkelanjutan Melalui Konservasi Flora”, aksi hijau ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari program jangka panjang “Konservasi Flora Fauna Gunung Lawu dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi” yang telah memasuki tahun kelima.Secara simbolis, bibit pohon jenis puspa, kayu manis, dan pasang ditanam di area Tahura. Untuk tahun 2026 ini saja, Pertamina Patra Niaga menargetkan sebanyak 1.725 pohon tertanam kokoh sebagai benteng hijau kawasan tangkapan air tersebut.

Aksi ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi HSSE PT Pertamina (Persero), di antaranya Senior Vice President HSSE I Ketut Laba, Vice President HSSE Ade Gunawan, Manager Environment HSSE Ivonne Deasy, Sr. Officer II CSR Kamil Ikhsan, serta Community Involvement and Development (CID) Subholding Downstream M. Subhan Amrullah.
Hadir pula tim dari Regional Jawa Bagian Tengah seperti Manager HSSE Achmad Surya Karbala, Area Manager Communication, Relations & CSR Taufiq Kurniawan, AFT Manager Adi Soemarmo Hendra Permana Hermanto, dan Fuel Terminal Manager Boyolali Fikri Rahmaniar. Sinergi ini juga diperkuat dengan kehadiran Plt. Kepala Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Suhirin, S.Hut., M.Si., perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambak Indah.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyelaraskan operasional bisnis dengan kelestarian alam.
“Konservasi bukan sekadar kewajiban, tapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujar Taufiq menekankan pentingnya aspek keberlanjutan.
Apresiasi tinggi datang dari pihak pengelola kawasan. Plt. Kepala Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Suhirin, S.Hut., M.Si., mengakui konsistensi Pertamina Patra Niaga selama setengah dekade terakhir sangat berdampak positif bagi kawasan Lawu.
“Sinergi ini sangat membantu kami merawat ekosistem Gunung Lawu, mulai dari pembibitan, perlindungan satwa, hingga pemberdayaan kelompok tani hutan di kawasan penyangga,” ungkap Suhirin.
Catatan hijau selama lima tahun program ini berjalan memang terbilang impresif. Kolaborasi bersama KTH Tambak Indah telah berhasil menanam 21.350 bibit pohon. Tidak hanya flora, perlindungan keanekaragaman hayati juga menyasar tanaman langka dan satwa dilindungi. Bersama KTH Green Lawu, sebanyak 54 pohon anggrek langka berhasil dirawat. Di lini fauna, program ini mengawal kelestarian 4 ekor jalak bali, 5 ekor landak jawa, dan 2 ekor rusa timor.

Langkah konservasi ini dipastikan tidak berhenti di sini. Sebagai kelanjutan agenda, AFT Adi Soemarmo dijadwalkan akan kembali menggerakkan aksi penanaman pohon di Bukit Mongkrang pada Agustus 2026 mendatang.
Melalui program terintegrasi ini, Pertamina Patra Niaga terus memantapkan penerapan prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG) sekaligus mendukung nyata pencapaian *Sustainable Development Goals* (SDGs), terutama SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (bre)