Oleh : Lisa Aulia Nurul Heida
Mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri Surakarta
Fokus Jateng- SRAGEN -Mahasiswa KKN PPM Kelompok 47 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Lisa Aulia Nurul Heida dari Program Studi Manajemen melaksanakan program kerja individu bertajuk “RECEH BERSERI” (Rencana Cerdas Kelola Uang Harian Bersama Dompet Koin Ceria untuk Anak Sejahtera) sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan dan membiasakan menabung sejak usia dini kepada siswa kelas IV SD Negeri Gedongan Kecamatan Plupuh, Sragen.
Program tersebut merupakan kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat di bidang manajemen sumber daya keuangan yang dikemas secara sederhana, interaktif, dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.
Melalui program “Receh Berseri”, Lisa tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara langsung melalui penggunaan dompet koin sebagai media sederhana untuk menyimpan uang.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di SD Negeri Gedongan dengan melibatkan siswa kelas IV. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian menabung, manfaat menabung, cara sederhana mengatur uang saku, serta pentingnya membedakan antara kebutuhan (*needs*) dan keinginan (*wants*).
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang ringan dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa mengelola uang tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan dari hal sederhana, seperti menyisihkan uang receh secara rutin.
Nama “Receh Berseri” sendiri memiliki makna bahwa uang dengan nominal kecil sekalipun tetap memiliki manfaat apabila dikumpulkan dan dikelola dengan baik. Melalui kebiasaan menyisihkan uang receh, siswa diharapkan mulai memahami bahwa menabung dapat dilakukan sedikit demi sedikit hingga menjadi kebiasaan yang bermanfaat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas melalui praktik langsung. Siswa diajak menggunakan dompet koin sebagai sarana untuk menyimpan uang tabungan mereka. Praktik tersebut menjadi bagian penting karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan kebiasaan menabung.
Menurut Lisa Aulia Nurul Heida, mahasiswa KKN Kelompok 47 UNISRI sekaligus pelaksana program “Receh Berseri”, Edukasi mengenai pengelolaan keuangan perlu dikenalkan kepada anak sejak dini agar mereka memiliki pemahaman dasar mengenai cara menggunakan uang secara bijak.
“Melalui program Receh Berseri, Saya ingin mengenalkan kepada siswa bahwa menabung dapat dimulai dari hal sederhana. Tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah banyak, tetapi bisa dimulai dari menyisihkan sebagian uang saku atau uang receh secara rutin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif pada siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian dalam mengelola uang pribadi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan pemahaman bahwa uang yang dimiliki tidak harus selalu digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Sebagian uang dapat disisihkan terlebih dahulu untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting di kemudian hari.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak usia sekolah dasar. Dengan pemahaman sederhana tersebut, anak-anak dapat mulai belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang saku.
Program “Receh Berseri” juga mendukung upaya pengenalan literasi keuangan sejak dini. Edukasi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kebiasaan menyimpan uang, tetapi juga membangun pola pikir agar siswa mampu menggunakan uang secara lebih bijak, terencana, dan bertanggung jawab.
Antusiasme siswa kelas IV terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa mengikuti penyampaian materi dan praktik dengan aktif serta menunjukkan ketertarikan ketika diajak membahas pengalaman mereka dalam menggunakan dan menyisihkan uang saku.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 47 UNISRI berharap kebiasaan menabung yang diperkenalkan dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang receh secara rutin diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun karakter disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Program “Receh Berseri” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Melalui pendekatan yang sederhana, praktik langsung, dan suasana belajar yang menyenangkan, siswa diharapkan tidak hanya memahami arti menabung, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten.
Dengan demikian, “Receh Berseri” bukan sekadar kegiatan menabung, tetapi menjadi langkah kecil untuk mengenalkan literasi keuangan kepada anak sejak dini melalui kebiasaan sederhana yaitu mengelola uang dengan bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk masa depan. (Ist/**)
