Wajah Baru Wisata Lawu: Sinergi Hijau PUD Aneka Usaha dan Perhutani untuk PAD Karanganyar

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Angin dingin yang berhembus dari lereng Gunung Lawu membawa kabar segar bagi masa depan pariwisata di Bumi Intanpari. Selasa (17/3), sebuah langkah besar diambil untuk memastikan kekayaan alam di wilayah timur Jawa Tengah ini tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang tangguh.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Perum Daerah (PUD) Aneka Usaha resmi menggandeng Perum Perhutani KPH Surakarta dalam sebuah ikatan kerja sama strategis. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini menandai babak baru pengelolaan destinasi unggulan di kawasan hutan negara.

Mengawinkan Konservasi dengan Profitabilitas

Kerja sama ini menyasar sejumlah titik primadona di ketinggian Lawu, mulai dari Wana Wisata Puncak Lawu, Taman Saraswati, hingga kawasan religi Pringgodani. Fokusnya jelas: mengintegrasikan pengelolaan pariwisata berbasis hutan dengan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemberdayaan masyarakat.

Administratur Perhutani KPH Surakarta, Ronny Merdyanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia mengingatkan bahwa hutan adalah aset sensitif yang harus dijaga “napasnya”.

“Pengembangan wisata di kawasan Gunung Lawu harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Seluruh aktivitas tetap dalam koridor kehutanan, aman bagi pengunjung, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujar Ronny.

Sentuhan Profesional BUMD

Di sisi lain, PUD Aneka Usaha sebagai “motor” bisnis milik daerah dituntut untuk membawa perubahan pada pola manajerial. Destinasi-destinasi yang selama ini memiliki potensi besar akan dipoles dengan pendekatan bisnis yang lebih terstruktur.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha menyatakan bahwa fokus ke depan adalah pada peningkatan kualitas layanan dan fasilitas tanpa merusak lanskap asli hutan. Strategi promosi yang lebih agresif juga akan digencarkan untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Kawasan Lawu memiliki daya tarik magis. Melalui kerja sama ini, kami optimistis dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lereng Lawu

Bupati Karanganyar yang hadir menyaksikan momentum tersebut menilai bahwa sinergi ini adalah jawaban atas tantangan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, output dari PKS ini harus dirasakan langsung oleh dapur warga sekitar hutan.

“Ini bukan sekadar pengelolaan wisata atau angka-angka di atas kertas. Ini adalah upaya menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karanganyar. Dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, kawasan Gunung Lawu akan semakin kuat sebagai destinasi unggulan,” tegas Bupati.

Menuju Wisata Masa Depan

Dengan ditandatanganinya PKS ini, pengelolaan Wana Wisata Puncak Lawu hingga Pringgodani kini berada di bawah satu visi yang sama: Produktif, Lestari, dan Berdampak.

Transformasi ini diharapkan mampu menghapus kesan pengelolaan wisata yang sekadarnya. Sinergi antara otoritas hutan (Perhutani), pemerintah daerah, dan badan usaha (BUMD) menjadi kunci utama dalam menghadirkan wisata alam yang modern namun tetap menghormati keagungan Gunung Lawu.

Kini, para pelancong tidak hanya disuguhi pemandangan indah, tetapi juga kenyamanan fasilitas yang dikelola secara profesional, sembari turut berkontribusi pada pembangunan daerah dari setiap tiket yang mereka beli. ( bre )