Perkuat Sinergi di Lereng Lawu, 30 Organisasi Relawan Karanganyar Matangkan Rencana Latihan Gabungan SAR Gunung Hutan

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Semangat kemanusiaan terus dipupuk oleh para pejuang kemanusiaan di Bumi Intanpari. Sebanyak 30 ketua organisasi relawan se-Kabupaten Karanganyar berkumpul untuk mematangkan strategi dan koordinasi dalam menghadapi potensi kedaruratan di medan ekstrem.

Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh pihak Basarnas Kantor SAR Surakarta pada 13 Maret lalu. Fokus utamanya jelas: mempersiapkan sebuah simulasi besar bertajuk Rencana Operasi (RENOPS) SAR Gunung Hutan yang akan dipusatkan di jalur pendakian Tambak, lereng Gunung Lawu.

Uji Ketangguhan di Medan Dramatis

Simulasi yang dirancang bukan sekadar latihan rutin. Jalur Tambak akan dijadikan saksi bisu skenario penyelamatan empat pendaki yang dilaporkan hilang dan terpisah dari rombongannya. Selama tiga hari, sekitar 200 personel gabungan dari berbagai elemen potensi SAR akan diuji secara fisik maupun mental.

Bidang Pendidikan dan SDM SAR Karanganyar, Muhammad Rosyid “Cepak” Al Fauzan, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas personel di tengah risiko tinggi pendakian.

“Kami ingin memastikan setiap personel tidak hanya mahir secara teknis seperti navigasi atau evakuasi, tetapi juga matang dalam sistem komando. Di medan berat seperti Lawu, koordinasi adalah kunci keselamatan,” ujar Rosyid.

Skenario Realistis: Dari Hipotermia hingga Vertical Rescue

Para relawan akan dihadapkan pada tantangan berlapis. Pada hari kedua simulasi, tim Search and Rescue Unit (SRU) dijadwalkan menangani korban dengan kondisi beragam, mulai dari dehidrasi, cedera kaki, hingga serangan hipotermia akibat cuaca ekstrem.

Puncaknya terjadi pada hari ketiga, di mana tim akan melakukan teknik vertical rescue atau penyelamatan tali di tebing terjal untuk mengevakuasi korban yang ditemukan di medan sulit. Penanganan spesifik ini dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tantangan di lapangan.

Manajemen Operasi yang Profesional

Profesionalisme latihan ini juga terlihat dari sisi manajemen logistik dan komunikasi. Dengan dukungan anggaran mencapai Rp108.600.000, kebutuhan operasional seperti 1.800 porsi makanan, dukungan BBM, hingga alat medis telah disiapkan secara matang.

Selain itu, sistem komunikasi diatur sangat ketat. Setiap unit di lapangan wajib memberikan laporan berkala setiap 30–60 menit ke Posko Operasi agar pergerakan tim terpantau secara real-time.

Melalui rapat koordinasi dan rencana latihan intensif ini, diharapkan seluruh potensi SAR di Karanganyar semakin solid. Ketika panggilan kemanusiaan datang dari puncak-puncak gunung, para relawan ini sudah siap sedia dengan kesiapsiagaan penuh.

( bre )