FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Di balik angka statistik kasus Tuberkulosis (TBC), terdapat jiwa-jiwa yang sedang berjuang melawan sakit dan stigma. Memahami hal tersebut, Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar memilih cara yang menyentuh hati dalam memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2026 yang jatuh pada 24 Maret.
Bertepatan dengan momen suci Ramadhan dan menjelang Lebaran, MSI Karanganyar mengubah seremonial menjadi aksi nyata. Mereka membagikan 50 paket sembako khusus bagi pasien TBC dari keluarga kurang mampu di Bumi Intanpari.
Menghapus Stigma dengan Kehangatan
Ketua Yayasan MSI Kabupaten Karanganyar, Shubuha Pilar Naredia, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan pesan moral agar pasien tidak merasa sendirian.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata kami agar para pasien dapat merasakan kehangatan keluarga di hari raya dan, yang terpenting, mereka tidak merasa terdiskriminasi oleh lingkungan sekitarnya,” ujar Shubuha.
Gerilya Kemanusiaan di 17 Kecamatan
Aksi empati ini digerakkan oleh para kader yang menjadi ujung tombak di lapangan. Koordinator Kader MSI Karanganyar, Efitya Fitria Istifarin, S.Sos., menjelaskan bahwa distribusi sembako dilakukan secara door-to-door di 17 kecamatan.
Namun, para kader tidak datang hanya membawa buah tangan. Di setiap pintu rumah pasien yang diketuk, terselip dukungan psikososial yang kuat:
-
Edukasi & Motivasi: Mengingatkan pentingnya minum obat rutin dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
-
Pendampingan Kondisi: Memantau perkembangan kesehatan pasien secara langsung.
-
Dukungan Keluarga: Merangkul anggota keluarga untuk menjadi Pengawas Menelan Obat (PMO) yang sabar.
Kolaborasi Demi Eliminasi TBC 2030
Sesuai dengan tema global HTBS 2026, “Ya! Kita Bisa Mengakhiri TB!”, MSI Karanganyar membuktikan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan aspek medis di Puskesmas atau Rumah Sakit.
Keterlibatan komunitas melalui kegiatan seperti Investigasi Kontak, Spesialisasi Keliling (Speling), hingga Active Case Finding (ACF) menjadi kunci. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat inovasi diagnosis dan pengobatan demi mencapai target eliminasi TBC.
Melalui bantuan kecil yang diberikan dengan hati yang besar ini, MSI Karanganyar berharap para pasien memiliki semangat baru untuk sembuh dan kembali beraktivitas normal di tengah masyarakat. ( rls / bre )
