FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Halaman Kantor Kecamatan Mojogedang mendadak ramai pada Jumat (27/2) pagi. Ratusan warga sudah terlihat mengantre bahkan setengah jam sebelum acara dimulai. Mereka berbondong-bondong memadati gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Dispertan PP Kabupaten Karanganyar.
Tak butuh waktu lama, berbagai komoditas pangan yang disediakan panitia langsung ludes diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga miring menjelang Idulfitri.
Strategi Tekan Inflasi Jelang Lebaran
Kepala Bidang Pangan Dispertan PP Karanganyar, Budi Sutrisno, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“GPM ini instrumen kita untuk stabilisasi pasokan dan harga. Tujuannya jelas: mengendalikan inflasi dan membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga wajar,” ungkap Budi.
Daftar Harga “Miring” di GPM Mojogedang
Dalam pantauan di lokasi, komoditas beras menjadi primadona utama. Berikut adalah perbandingan stok dan harga yang ditawarkan di lokasi:
| Komoditas | Jumlah Stok | Harga GPM |
| Beras SPHP (Bulog) | 1.500 Kg (300 zak) | Rp 57.000 / 5kg |
| Minyak Goreng | 300 Liter | Rp 15.000 / liter |
| Gula Pasir | 200 Kg | Rp 17.000 / kg |
| Telur Ayam | 150 Kg | Rp 27.000 / kg |
Selain bahan di atas, panitia juga menyediakan aneka daging ayam segar yang turut menjadi incaran para ibu rumah tangga.
Akan Berlanjut ke Kecamatan Lain
Tingginya antusiasme warga Mojogedang menjadi bukti bahwa masyarakat sangat membutuhkan akses pangan terjangkau. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen bahwa program GPM tidak akan berhenti di sini saja.
Pemerintah memastikan kegiatan serupa akan terus bergulir di sejumlah kecamatan lain secara bergiliran. Harapannya, daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem hingga hari raya Idulfitri tiba. ( gdr/bre )
