Program JKN, Kunci Kesembuhan Adhisty dari sakit ISK

Fokus Jateng-BOYOLALI , – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menunjukkan perannya sebagai penopang utama layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara. Tidak hanya memberikan perlindungan finansial, JKN juga memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang optimal.

Hal ini yang dirasakan langsung oleh salah satu peserta JKN, Adhisty Vitadiah Azzahra (21) seorang mahasiswa, warga Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali yang menceritakan pengalaman nya ketika ia harus menjalani perawatan akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK).

“Saya terdaftar Program JKN ini kepesertaanya masih ikut dengan orang tua, jadi saya dan keluarga memang sudah ada lama dan sering juga digunakan kalau kami sedang sakit,” ungkap Adhisty, Jumat (27/02).

Adhisty menceritakan jika awalnya ia merasakan demam dan seluruh badan itu rasanya benar – benar tidak nyaman ia alami selama 2 hari. Selama menjalani perawatan, Adhisty juga mendapatkan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Setelah dilakukan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan lain selain infeksi saluran kemih akhirnya dirujuk ke RSU Asy Syifa Sambi. Hasilnya pun cukup melegakan dokter memastikan bahwa tidak ditemukan penyakit lain nya.

“Syukurlah selama dirawat di rumah sakit sekitar 2 – 3 hari saya cukup merasa nyaman, makan dan obat pun selalu diantarkan ke kamar saya oleh perawat, kamarnya juga nyaman menurut saya, dan yang paling penting semua nya sudah gratis tidak ada lagi minta biaya tambahan,” sambungnya.

Adhisty merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang kebetulan saat ini masih menjadi anak tanggungan orang tua, sehingga seluruh pelayanan yang ia terima selama dirawat dapat diakses dengan mudah tanpa memikirkan biaya. Kepesertaan yang ia miliki ini benar-benar menjadi penolong saat dibutuhkan.

“Penanganannya cepat. Setelah diperiksa ternyata saya kena infeksi saluran kemih, dokter pun menyarankan saya untuk menjalani rawat inap, setelah itu dokter memberikan obat biar rasa sakit yang saya rasa agak berkurang sedikit, Saya merasa lebih tenang karena ada tenaga medis yang terus memantau kondisi saya,” jelas Adhisty.

Di akhir obrolan, Adhisty menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh tenaga medis yang telah memberikan layanan terbaik. Ia juga memberi pesan kepada seluruh masyarakat terkhususnya Kabupaten Boyolali yang belum bergabung dengan Program JKN ini, untuk segera mendaftar karena sakit itu tidak akan ada yang tau kapan datangnya.

“Program ini bukan sekedar program biasa tetapi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, semoga program ini selalu ada dan terus berkembang,” tutupnya.  ( ist/***)