Fokus Jateng-BOYOLALI — Usaha rumahan bakso ayam milik Lailatul Qomariyah di Dusun Doyo, RT 02/ RW 08 Karanggeneng, Boyolali Kota mengalami peningkatan tajam saat memasuki bulan ramadhan 1447 H ini, bahkan peningkatan pesanan bakso mencapai 50 persen dibandingkan dengan hari biasanya.
Di tempat ini berbagai olahan bakso dibuat seperti bakso halus, bakso jamur, bakso toping, hingga tahu bakso. Seperti pada sabtu siang sejumlah karyawan sedang memproduksi olahan bakso, dari membuat adonan bakso, lalu memasukkan adonan bakso ke dalam mesin pencetak, kemudian bakso yang sudah jadi masuk ke tempat perebusan, setelah matang lalu ditiriskan dan dipacking sesuai kemasannya. Olahan rumahan bakso yang berlabel Bilka Chicken ini salah satunya membuat olahan bakso bunda, bahkan produksi rumahan bakso bunda ini menjadi salah satu penyuplai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah di pulau jawa seperti di Jawa Timur, Solo, Semarang, Salatiga, hingga Yogyakarta.
Menurut sang Owner bakso bunda, Lailatul Qomariyah (37), mengatakan, “Alhamdulilah produksi bakso kami ini ada kenaikan dari awalnya 400 kilogram adonan yang bisa jadi 35 ribu butir bakso sekarang menjadi 600 kilogram adonan yang menjadi 50 ribu butir bakso, kenaikannya sekitar 30 persen sampai 40 persen. Bahkan prediksi kami nanti mendekati hari raya idul fitri ada kenaikan lagi sekitar 50 persen,” paparnya.
Untuk pesanan saat ini yang paling banyak dari SPPG, dari SPPG di Jawa Timur, Solo, Semarang, Salatiga dan Yogyakarta untuk program makan bergizi gratis (MBG), meskipun banyak juga dari para reseler di berbagai daerah yang datang kesini. Untuk harga jika bakso biasa atau bakso halus satu pack Rp. 15.000 isi 50 butir, dan bakso jamur isi 50 butir harganya Rp. 20.000. “Jadi dengan produksi bakso saat ini kami sudah bisa mempekerjakan enam orang karyawan dari warga sekitar, Harapannya semoga UMKM bisa semakin maju dan produksi kami semakin menaingkat sehingga bisa dapat lebih banyak menyerap tenag kerja,” imbuhnya, Rabu 25 Februari 2026.
Usaha rumahan produksi bakso ayam milik Lailatul Qomariyah ini sudah dua tahun ia jalankan, berbagai tantangan dan jatuh bangun mendirikan usaha ini ia hadapi bersama sang suami Isna Mahmudin, salah satunya saat ramadhan seperti ini semakin tingginya harga bahan baku ayam dipasaran membuat ia bersama sang suami harus berinovasi agar para pelanggan tetap setia, bahkan tidak menaikkan harga ke para pelanggan dan reseler. Agar usaha rumahan bakso bunda semakin berkembang dan dijamin kehalalannya, produksi bakso olahan dari Lailatul Qomariyah ini juga sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama RI. ( ist/**)
