FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Suasana khidmat menyelimuti Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar pada Rabu (11/2/2026). Di usia yang ke-75, lembaga legislatif Bumi Intanpari ini memilih merayakan hari jadinya dengan cara yang sarat makna: kesederhanaan, doa bersama, dan penguatan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, dalam sambutannya menekankan bahwa usia berlian ini bukan sekadar angka, melainkan momentum untuk mempererat sinergi. Dengan tema besar yang mengusung semangat pengabdian, Bagus Selo mengingatkan jajarannya untuk senantiasa “hadir” di tengah rakyat.
Filosofi Tumpeng dan Hati yang Putih
Simbolisme utama dalam perayaan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng. Menurut Bagus Selo, tumpeng bukan sekadar hidangan, melainkan manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas stabilitas di lingkungan DPRD.
“Alhamdulillah, lembaga ini dalam kondisi aman tanpa gangguan berarti. Kita bisa menjalankan tugas sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Bagus Selo di hadapan para tamu undangan.
Ia kemudian membedah makna tumpeng melalui kearifan lokal. “Tumpengan yen ngluwer kudu mempeng,” tuturnya. Secara harfiah, ia berpesan bahwa dalam melayani masyarakat yang heterogen dan penuh dinamika, seorang wakil rakyat tidak boleh mengeluh dan harus rajin bekerja.
Warna putih pada nasi tumpeng pun dimaknai sebagai simbol kesucian hati. Bagus Selo menegaskan bahwa setiap anggota dewan wajib menjaga martabat dan wibawa lembaga dengan niat yang bersih dalam menjalankan tugas.
‘Manjing Ajur Ajer’ di Tengah Cuaca Ekstrem
Menariknya, Bagus Selo menyinkronkan semangat HUT ke-75 ini dengan filosofi Jawa “Manjing Ajur Ajer”. Filosofi ini menggambarkan kemampuan seseorang untuk melebur dan beradaptasi dengan lingkungan tanpa kehilangan jati dirinya.
Dalam konteks pengabdian, Bagus Selo mengajak seluruh anggota DPRD untuk bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat (manjing) serta mampu merasakan suka duka rakyat (ajur ajer).
“Di sinilah kami berdiri, mengabdi, dan bersinergi. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan aspirasi rakyat yang beragam,” tambahnya.
Pesan ini terasa kian relevan mengingat kondisi cuaca “ekstrem” yang sedang melanda. Bagus Selo mengingatkan agar seluruh pihak berhati-hati dalam menjalankan tugas di lapangan, tetap waspada terhadap tantangan alam, namun tidak mengurangi esensi pelayanan publik.
Menatap Masa Depan
Melalui momentum HUT ke-75 ini, DPRD Karanganyar berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. Perayaan yang ditutup dengan doa bersama ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan hanyalah alat untuk menebar manfaat.
“75 tahun adalah bukti perjalanan panjang. Ke depan, tantangan makin besar, namun dengan hati yang bersih dan semangat pantang menyerah, kita yakin Karanganyar akan semakin maju,” pungkasnya. ( bre )
