Fokus Jateng- BOYOLALI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali terus mengintensifkan pendistribusian air bersih ke wilayah utara. Mengingat, pada musim kemarau ini, ratusan keluarga di 9 Kecamatan diantaranya Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Wonosamudro mulai mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sudah memetakan 9 kecamatan yang berpotensi kekeringan. Saat ini ada 5 kecamatan yang sudah terdampak dan terus kami distribusikan air bersih sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, Selasa 4 Agustus 2026.
Data BPBD menunjukkan hingga Senin 3 Agustus 2026, bantuan telah disalurkan ke 7 kecamatan, dengan 16 desa/kelurahan, dan 32 dukuh. Total ada 114 tangki air yang dikerahkan untuk 8.332 jiwa.
“Hingga Senin (3 Agustus) BPBD kembali melakukan dropping 6 tangki air bersih di Kecamatan Wonosegoro,” katanya.
Dia menyampaikan, ada 4 tangki untuk Desa Bojong meliputi Tempuran RT 01/RW 03, Bogor Kopen RT 04, Bogor Kopen RT 05, dan Bogor Krajan RT 05. Kemudian 2 tangki untuk Desa Guwo Dukuh Bodeh RT 7/6.
Berdasarkan rekapitulasi, dua kecamatan dengan jumlah jiwa terdampak terbanyak adalah Wonosamudro 2.825 jiwa dan Wonosegoro 2.450 jiwa. Untuk distribusi tangki, Wonosamudro mendapat 52 tangki dengan total 199 ribu liter. Sementara Wonosegoro 35 tangki dengan lebih dari 150 ribu liter.
Kecamatan lain yang terdampak yaitu Juwangi 1.113 jiwa, Tamansari 856 jiwa, Selo 846 jiwa, Musuk 123 jiwa, dan Cepogo 119 jiwa.
“Untuk sumber dana, 60 persen berasal dari APBD, 26 persen dari CSR/lainnya, 12 persen dari PMI, dan 2 persen dari BUMD,” pungkasnya. ( yull/**)
