Fokus Jateng-SURAKARTA-Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan langsung pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang pada lanjutan Super League pekan ke-6 musim 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Minggu 4 Januari 2026) malam.
Dalam laga tersebut, Persis Solo harus menelan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang di hadapan pendukungnya sendiri.
Selain Jokowi, pertandingan itu juga dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi. Kekalahan Persis memicu kekecewaan sebagian suporter yang kemudian menyalakan dan melempar flare ke dalam lapangan menjelang akhir babak kedua.
Pantauan di Stadion Manahan tadi malam, penyalaan flare bermula dari tribun timur dan kemudian diikuti suporter di tribun utara, barat, serta selatan. Asap tebal yang menyelimuti stadion membuat jarak pandang pemain terganggu, sehingga wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-84 selama sekitar dua menit.
Setelah situasi dinyatakan kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan hingga selesai. Persita Tangerang keluar sebagai pemenang melalui gol Matheus Alves pada menit ke-5 serta dua gol Aleksa Andrejic pada menit ke-14 dan 41. Sementara satu-satunya gol Persis Solo dicetak oleh Kastaneer pada menit ke-62.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija enggan berkomentar terkait aksi suporter yang menyalakan flare di tengah pertandingan. “Saya enggan berkomentar soal itu karena itu bukan pekerjaan saya,” ujar Milo dalam sesi konferensi pers usai laga, Minggu malam.
Sementara itu, pelatih Persita Tangerang Carlos Pena menilai aksi penyalaan flare sangat membahayakan keselamatan pemain. “Flare itu berbahaya bagi pemain di lapangan. Ya, bukan kerja saya untuk mengontrol hal tersebut,” kata Pena.
Usai pertandingan, Polresta Surakarta mengamankan 23 oknum suporter Persis Solo yang terlibat dalam aksi penyalaan flare dan petasan di dalam stadion. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan penindakan dilakukan karena para suporter kedapatan membawa barang terlarang.
“Penindakan dilakukan karena 23 orang suporter tersebut kedapatan membawa flare, petasan, serta berada dalam pengaruh minuman keras,” ujar Catur, Senin 5 Januari 2026.
Dalam pemeriksaan, polisi menyita barang bukti berupa 72 flare merah, enam smoke, lima pipa asap, serta enam petasan. “Kami amankan 72 red flare, enam smoke, lima pipa asap, serta enam petasan. Para oknum suporter dibawa ke Mapolresta Surakarta,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh barang tersebut dilarang dibawa masuk stadion karena berisiko menimbulkan kebakaran maupun kepanikan penonton.
“Para oknum suporter berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk pendataan dan proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucap Catur.
Untuk pengamanan laga tersebut, sebanyak 491 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan.
“Sempat terjadi penyalaan flare di dalam stadion, namun aparat bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga pertandingan tetap dapat diselesaikan dengan aman,” pungkasnya. (Thia/**)
