Fokus Jateng -BOYOLALI – Sebanyak 35 orang pembina pramuka Kwarcab Boyolali raih tanda penghargaan dari Kwarnas dan Kwarda Jateng. Tanda penghargaan berupa pancawarsa satu hingga pancawarsa delapan dan lencana melati serta dharma bakti pramuka disematkan oleh Bupati Boyolali Agus Irawan serta Kapolres Boyolali dan Dandim Boyolali di Alun-alun kidul Boyolali pada puncak upacara hari pramuka ke 64, Kamis 28 Agustus 2025.
Dalam amanatnya Bupati Boyolali Agus Irawan mengajak anggota pramuka di Boyolali untuk untuk disiplin, kerjasama, kepedulian dan gotong royong melalui kegiatan kepramukaan. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi pondasi ketika nantinya berperan di masyarakat.
Salah satu Pembina pramuka penerima meraih tanda penghargaan, Santoso, mengaku bersyukur, pengabdiannya tidak sia-sia.
“Alhamdulilah saya mendapatkan pancawarsa delapan, artinya saya sudah selama empat puluh tahun mengabdi dan mengembangkan kepramukaan, karena saya sudah sejak 1985 yang lalu menjadi Pembina pramuka, penghargaan ini diberikan setiap lima tahun sekali,” katanya.
Sementara itu Ketua Kwarcab Boyolali, Supana, mengatakan, bersamaan puncak peringatan hari pramuka ke 64, ada 35 pembina Pramuka menerima tanda penghargaan, mulai dari tanda penghargaan melati, dharma bakti hingga pancawarsa satu hingga pancawarsa delapan.
“Selain itu juga sebanyak 15 anggota pramuka dari berbagai tingkatan mulai dari siaga, penggalang, penegak maupun pembina dan kamabigus berhasil menjadi juara dalam lomba scout creators challenge yang kita gelar dalam rangka menyemarakkan hari pramuka ke 64,” ujarnya.
Sebelum kegiatan dimulai puluhan anggota pramuka dari SMA Pradita Dirgantara melakukan teatrikal pahlawan nasional Johanes Leimena yang berani melawan penjajah Belanda. Usai upacara ribuan anggota pramuka melakukan flasmob dengan diiringi lagu yang lagi viral tabole bale. ( ist/**)