FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR– Duka mendalam menyelimuti para pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Peristiwa tragis yang menimpa salah satu rekan mereka di Jakarta, yang terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis malam (28/8), memicu gelombang solidaritas di berbagai daerah. Di Kabupaten Karanganyar, belasan pengemudi ojol menunjukkan rasa keprihatinan mereka melalui cara yang penuh ketulusan: menggelar salat gaib dan doa bersama.
Pada Jumat sore (29/8), sekitar pukul 13.15 WIB, belasan pengemudi ojol mulai berdatangan di Masjid As Syifa, kompleks RSUD Kartini Karanganyar. Dengan seragam hijau khas mereka, satu per satu mengambil wudu, mempersiapkan diri untuk mendoakan rekan yang telah berpulang. Kegiatan salat gaib dimulai pukul 13.30 WIB, berlangsung khusyuk, dan diikuti dengan doa bersama, memohon ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum.
Doa dan Harapan untuk Keadilan
Ketua Komunitas Gojek Lawu Karanganyar, Suhud, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah aksi spontan sebagai bentuk solidaritas. “Ini aksi solidaritas kami, ikut prihatin terhadap rekan kami di Jakarta, Affan Kurniawan, yang terkena musibah. Hari ini kami menggelar salat gaib dan doa bersama untuk almarhum,” ujar Suhud.
Aksi ini tidak hanya wujud kepedulian antarsesama pengemudi ojol, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan harapan. Suhud berharap agar peristiwa tragis yang merenggut nyawa rekan mereka ini dapat diusut tuntas oleh pihak berwajib. “Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Kami berharap kejadian ini diusut tuntas oleh pihak berwajib dan ditindak seadil-adilnya,” tegasnya.
Setelah salat dan doa selesai, para pengemudi ojol ini membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan pesan kuat bahwa persaudaraan sesama ojol tidak mengenal jarak, melintasi batas kota dan bahkan maut. Aksi di Karanganyar ini menjadi salah satu dari banyak bukti nyata bahwa di balik hiruk pikuk jalanan, terjalin ikatan solidaritas yang tak mudah terputus. ( bre)