13 JCH Asal Grobogan Tertunda Keberangkatannya ke Tanah Suci

Sebelum masuk Embarkasi Solo, para jemaah calon haji harus menjalani tes swab PCR. (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI – Sebanyak 13 jemaah calon haji (JCH) dari 146 orang asal Kabupaten Grobogan tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Hal itu dikarenakan masalah kesehatan.
Menurut Koordinator Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Sarip Sahrul Samsudin, mereka masih menjalani pemeriksaan tes swab polymerase chain reaction (PCR) oleh petugas kesehatan Embarkasi Solo. Pemeriksaan ini untuk memastikan mereka layak terbang bersama kelompok terbang (kloter) calon jemaah lainnya ke Tanah Suci Mekah. Sebelumnya, ke-13 jemaah tersebut sebelumnya juga sempat tertunda keberangkatannya ke Asrama Haji Donohudan. Sebab dari hasil swab PCR di daerahnya mereka dinyatalan positif COVID-19.
“Itu kan positifnya (COVID-19) di daerah. Jadi kemarin dibawa kesini statusnya sudah negatif,” kata Sarip Sahrul Samsudin. Senin 6 Juni 2022.
Sesuai ketentuan, 72 jam sebelum masuk Embarkasi Solo, para jemaah calon haji harus menjalani tes swab PCR. 13 jemaah dari Kabupaten Grobogan itu, dari hasil swab PCR dinyatakan positif COVID-19.
“Jadi mereka sudah tes PCR dua kali. Yang pertama hasilnya positif, makanya ditunda. Kemudian mereka diminta isolasi mandiri dan terus dipantau kesehatannya. Terus dites PCR lagi, hasilnya negatif,” jelas dia.
Jika hasil PCR negatif, ke-13 jemaah calon haji asal Kabupaten Grobogan itu disusulkan ke Asrama Haji Donohudan.
“Kalau melihat rujukan dari Kabupaten/Kota, itu sudah negatif semua. Jadi oleh pihak petugas haji daerah Kabupaten Grobogan, diberangkatkan ke embarkasi,” imbuh dia.
Direncanakan, 13 jemaah dari Kabupaten Grobogan itu akan digabung di Kloter 5. Hanya saja Kloter 5 sudah berangkat siang hari ini tadi pukul 11.15 WIB.
“Jadi ini prosesnya masih kita upayakan digabung di Kloter 6. Ini masih menunggu hasil tes (PCR) dari bidang kesehatan kita (Embarkasi Solo),” ujarnya.
Menurut Sarip, di asrama haji Donohudan ke-13 jemaah tersebut juga kembali dilakukan swab PCR. Jika hasilnya negatif maka akan diterbangkan ke Tanah Suci dan rencananya digabung ke Kloter 6.
“Tapi kita melihat ketersediaan seat (tempat duduk) yang ada (di Kloter 6),” ujar dia.