Polisi Tangkap 5 Pengguna dan Kurir Sabu di Boyolali

Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin mengatakan, operasi bersinar candi, Polres Boyolali berhasil mengamankan dua terdangka tambahan. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mendapatkan barang bukti (BB) sabu-sabu dengan berat 3,8 gram. (yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Selama operasi bersinar candi, Polres Boyolali berhasil mengamankan lima pemakai dan kurir narkoba jenis sabu ditempat yang berbeda, serta mengamankan barang bukti sabu seberat 3,8 gram.
Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin mengatakan, operasi bersinar candi tersebut digelar pada 9-28 Februari. Ada tiga target operasi (TO) yang ditetapkan. Namun, Polres Boyolali berhasil mengamankan dua terdangka tambahan. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mendapatkan barang bukti (BB) sabu-sabu dengan berat 3,8 gram.
“Jadi kami menetapkan 3 TO, berhasil diamankan dan ada dua tersangka non TO. Mereka diamankan secara terpisah. Untuk TO dengan tersangka W diamankan pada 11 Februari, BS diamankan pada 12 Februari, dan DA diamankan pada 15 Februari. Sedangkan non TO, dengan tersangkan AW dan IA diamankan pada 26 Februari,” kata Kapolres pada Selasa (8/3/2022).
Dijelaskan tersangka BS (32), merupakan warga Jebres Solo. Dia diamankan sekitar pukul 02.15 di kawasan Dusun Menggungan Rt 001 Rw 003 Desa Sawahan, Ngemplak. Pada saat penangkapan, tersangka hendak mengantarkan paket ke salah satu pembeli. Jika berhasil mengantar, BS mendapatkan upah senilai Rp 300 ribu.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan paket sabu seberat 1,09 gram yang dimasukan dalam bungkus rokok bekas. Selain itu, ditemukan juga tiga timbangan digital, satu sedotan dengan ujung runcing, empat bendel plastik klip bening, sepeda motor dan ponsel. Sehari sebelumnya,polisi juga mengamankan mengamankan sabu seberat 1,06 gram dari tersangka W (48) warga Kartasura, Sukoharjo.
Tersangka W, lanjut Kapolres diamankan di jalan Kampung Ngesti Harjo, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota. Dia hendak mengantarkan sabu ke temannya berinisial BD dan hendak memakai bersama. Kemudian tersangka DA,35, asal Kartasura, Sukoharjo diamankan di pinggir jalan Dusun/Desa Ngresep, Ngemplak. Polisi mengamankan sabu seberat 1,27 gram.
Adapun tersangka AW (51) asal Nusukan, Solo dan IA (42) warga Kendal diamanakan bersamaan. Keduanya diamankan di depan ruko yang terletak di Dusun Kaliwungu, Ngresep, Ngemplak. Mereka merupakan kurir yang diminta mengantar sabu. Jika berhasil, keduanya akan mendapat upah Rp 50 ribu. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan 0,34 gram sabu.
“Saat ini proses penyidikan masih berjalan. Para terdangka ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Boyolali. Sedangkan barang bukti sabu masih berada di laboratorium forensik (Labfor). Berdasarkan hasil penyelidikan untuk tersangka diduga sebagai pengguna. Sedangkan barang didapatkan dari Solo Raya,” jelasnya.
Para tersangka ini bekerja sebagai buruh dan wiswasta. Mereka dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika karena menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1. Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar.
Serta pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika karena memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman. Ancaman hukuman pidana paling singkat 4 tahun atau paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta maksimal Rp 8 Milyar.
Salah satu pemakai BS, mengaku telah mengonsumsi barang harap sejak setahun terakhir. Dia mengaku memakai karena ajakan teman. “Terlanjur memakai karena ditawari teman. Biasanya satu paket harga Rp 450 ribu,”katanya.