Momen Pilkada, Muspida Boyolali dan KPU Boyolali Bagikan 100 Ribu Masker untuk Pengguna Jalan

Pembagian masker di Simpang Siaga Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Polres Boyolali, Kodim 0724/Boyolali bersama KPU, Bawaslu, Pemkab Boyolali serta parpol pengusung pasangan bakal calon membagikan 100.000 masker secara serentak kepada masyarakat di wilayah Boyolali.

“Secara simbolik pembagian masker ini dilakukan di simpang siaga Boyolali, total yang dibagikan sebanyak 100.000 masker,” kata Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani disela pembagian masker. Kamis (10/9/2020).

Ferdi menjelaskan, pembagian masker tersebut selain terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun juga dalam upaya pemulihan ekonomi, dan menyerukan terciptanya Pilkada 2020 di Boyolali secara damai, aman dan sehat.

Sehingga kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran terkait lainnya. Seperti jajaran TNI, KPU dan Bawaslu maupun parpol pengusung pasangan bakal calon. Dari pantauan, sejumlah pengurus parpol ikut aktif dalam kegiatan bagi- bagi masker tersebut. Ada pengurus PDIP, Golkar, Gerindra, PPP dan Nasdem.

Pihaknya berharap dengan pembagian masker tersebut masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19.  “Kita berharap dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 bisa terputus,” ujarnya.

Sementara aksi bagi- bagi masker mendapat sambutan positif masyarakat. Seperti dikemukakan Wartono (29) salah satu pengendara motor yang melintas kawasan Simpang Siaga. Dia mengaku senang mendapatkan satu buah masker dari petugas.

“Senang bisa dapat masker, meskipun sudah ada beberapa masker di rumah,” ucapnya.

Adapun terkait pengamanan Pilkada Boyolali pada Desember 2020 mendatang, Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani menyebut pihaknya menyiagakan sebanyak 500 – 600personil. Jumlah tersebut masih ditambah dengan unsur TNI dan jajaran terkait lainnya. Hanya saja, pada pilkada 2020 ini pengamanan difokuskan pada penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 di era kebiasaan baru.

“Kami terus lakukan pengawasan sejak tahapan kampanye hingga saat coblosan nanti,”ujarnya.

Untuk itu, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah digariskan pemerintah dan WHO. Yaitu dengan senantiasa menghindari kerumunan, menjaga jarak dan memakai masker setiap kali keluar rumah. Juga rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. “Masyarakat jangan resah, namun tetap waspada,”pungkasnya.