Warga Lereng Lawu Karanganyar Gelar Ritual Kawula Alit Meruwat Nagari Jalan Kaki Menuju Monas Jakarta

Budayawan Lawu Warta saat di pagelaran sendratari Totok Uwok. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-KARANGANYAR-Puluhan warga Desa Anggrasmanis, Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah berjalan kaki beriringan dari Cemoro Kandang Lereng Gunung Lawu menuju Monas Jakarta. Aksi jalan kaki itu merupakan bagian dari ritual kawula alit meruwat nagari, Selasa (1/10/2019) pagi.

Ruwatan Nagari merupakan ritual salah satunya berisikan doa doa agar situasi bangsa tetap terjaga kondusif. Selain menggelar kidung dan doa, mereka juga melakukan kirab sembari membawa air suci yang berasal dari seluruh mata air yang berada di kawasan Gunung Lawu.

Menurut ketua umum Forum Budaya Mataram(FBM), BRM. Kusumo Putro, para peserta kirab tersebut berangkat sekitar pukul 06 00 pagi, para peserta aksi meruwat nagari itu pimpin budayawan Lawu Warta atau mbah Lawu. Disela long marc menuju Jakarta, mereka terlebih dulu singgah di Baluwarti Komplek Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Sebelum berangkat ke monas dan Istana Negara masih akan diadakan sarasehan budaya,” katanya.

Ruwatan tersebut tidak hanya dilakukan dengan aksi jalan kaki, menurut Kusumo, melengkapi prosesi Ruwatan Nagari ini sebelumnya telah dilakukan serangkaian upacara adat diantaranya ruwat tirta kalisodo, pagelaran sendratari totok uwok dan kidung sasanti.

“Melalui ruwatan itu, mereka berdoa agar warga sekitar lereng Gunung Lawu dijauhkan dari segala marabahaya, serta mendoakan Bangsa Indonesia supaya semakin rukun, maju, gemah ripah loh jinawi,” imbuh sekretaris FBM, Agung Hardiyanto.

Melalui ritual ini pula, pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga kearifan lokal dan kelestarian alam. Dari dulu, kata Agung, Gunung Lawu merupakan kawasan yang penuh pesona, tidak hanya untuk kepentingan wisata alam pegunungan, akan tetapi juga wisata religi, bahkan seni dan budaya. Disisi lain warga setempat juga sangat mendukung gunung tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alternatif yang banyak dikunjungi wisatawan.

“Kita hendaknya selalu konsisten menjaga lingkungan agar tetap asri,” pungkasnya.