Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu yang Libatkan Caleg di Nogosari Dilimpahkan ke Kejari Boyolali

Ilustrasi Pemilu (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kasus dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan calon legislatif (caleg) di Kecamatan Nogosari, Boyolali, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali Senin 7 Januari 2019. Pelimpahan dilakukan setelah penyidikan kelar di tingkat Polres Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasat Reskrim, AKP Willy Budiyanto menyatakan secara marathon pihaknya telah melakukan penyidikan kasus yang dilaporkan Sentra Penegakan Hukum terpadu (Gakkumdu) Boyolali. Setelah berita acara pemeriksaan (BAP) selesai, barang bukti dan tersangka langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali untuk proses lebih lanjut.

“ Kemarin (saat pemeriksaan) saksi-saksi yang kita periksa sangat banyak,” ujar Willy. Meski begitu, pihaknya dapat melaksanakan tugas pemeriksaan sesuai dengan prosedur pemeriksaan tindak pidana pemilu yang dibatasi waktu.

“ Kasus dugaan pemilu ini sangat terbatas waktunya. Tapi hal itu tidak menjadi masalah. karena memang, Sentra Gakkumdu sebelum memutuskan kasus ini masuk atau tidak, rapat koordinasi telah digelar beberapa kali,” ujar Willy.

Dia menyebut, saat dilimpahkan ke Kepolisian, Sentra Gakkumdu telah memutuskan unsure-unsur tindak pidana pemilu telah terpenuhi. Paket sembako berisi gula batu, teh serta Mie Instans tersebut telah sesuai dengan dengan pasal 523 ayat 1, junto pasal 280 ayat 1 huruf j undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Apalagi dalam paket sembako yang dibungkus platik hitam itu juga diselipi stiker Gambar dan nama Caleg serta saat dibagikan, penerima sembako juga diajak mencoblos.

“ Memang bukan uang yang dibagikan. Tapi dalam undang-undang tersebut masuk kedalam kategori materi lainnya yang dibagikan kepada peserta pemilu, yakni warga di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari,” terangnya.

Dia menyebut pelanggaran pidana selama tahapan kampanye adalah kejahatan demokrasi. Pihaknya juga ingin menciptakan kontestasi Pemilu secara jujur dan adil. “ Polri bersama Sentra Gakkumdu memiliki komitmen tinggi dalam menegakkan keadilan pemilu,” tegas dia.

Untuk diketahui, Senin (3/12) lalu  Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Boyolali menerima aduan dugaan pelanggaranpemilu. Salah satu Calon Legeslatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Boyolali disinyalir menyebarkan sembako berisi kepada warga di wilayah kecamatan Nogosari.

Setra Gakkumdu pun langsung melakukan kajian awal, dan bakal melanjutkan perkara itu. Dari hasil klarifikasi kepada Saksi-saksi, Saksi ahli dan terlapor dan ditunjang dengan alat bukti yang kuat, Setra Gakkumdu memutuskan perkara ini telah memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana pemilu.