Oleh: Rafid Eka Pratama
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Unisri Surakarta
Fokus Jateng -SRAGEN, — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK se-Desa Doyong yang dilaksanakan di Balai Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK se-Desa Doyong sebagai salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam menyiapkan dan menyajikan makanan bagi keluarga. Sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya penerapan keamanan pangan mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga menjaga kebersihan dapur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian keamanan pangan serta berbagai jenis bahaya yang dapat mencemari pangan. Materi menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, dan fisik yang dapat mengganggu maupun membahayakan kesehatan manusia. Keamanan pangan juga bukan hanya menjadi tanggung jawab produsen dan pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab setiap rumah tangga yang mengolah dan menyajikan makanan sehari-hari.
Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai tiga jenis bahaya pangan, yaitu bahaya biologis yang dapat berasal dari bakteri, virus, parasit, dan kapang; bahaya kimia seperti residu pestisida, logam berat, serta penyalahgunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks dan formalin; serta bahaya fisik berupa benda asing seperti plastik, rambut, kerikil, pecahan kaca, dan serpihan logam.
Salah satu materi utama yang Disampaikan adalah *Lima Kunci Keamanan Pangan Rumah Tangga*, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak pangan dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. Penerapan kelima kunci tersebut diharapkan dapat membantu ibu-ibu PKK dalam mengurangi risiko kontaminasi pangan di lingkungan keluarga.
Selain itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai cara memilih bahan pangan yang aman ketika berbelanja, seperti memilih daging, ayam, dan ikan yang segar, memperhatikan kondisi sayur dan buah, memeriksa kondisi kemasan, serta memperhatikan tanggal produksi dan kedaluwarsa.
Materi juga membahas cara penyimpanan pangan yang benar, termasuk memisahkan pangan mentah di dalam lemari pendingin, menggunakan wadah tertutup untuk makanan matang, memberikan label tanggal penyimpanan, serta menerapkan prinsip *FIFO (First In First Out)* agar bahan pangan yang lebih dahulu disimpan dapat digunakan terlebih dahulu.
Aspek sanitasi dan higiene dapur turut menjadi perhatian. Peserta diingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun, menggunakan peralatan berbeda untuk pangan mentah dan matang, mengganti spons dan kain lap secara rutin, membersihkan permukaan dapur, menjaga kebersihan sumber air, serta membuang sampah secara rutin dan pada tempat yang tertutup.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK se-Desa Doyong diharapkan mampu menerapkan pengetahuan mengenai keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan keamanan pangan yang dimulai dari dapur rumah tangga diharapkan dapat mendukung terciptanya makanan yang lebih aman dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
Sebagaimana pesan utama dalam materi sosialisasi, *“Dapur yang bersih dan cara mengolah yang benar adalah bentuk kasih sayang paling nyata untuk kesehatan keluarga.” (ist/**)
