Jateng Kirim Bantuan dan Relawan ke NTT, Ahmad Luthfi Pastikan Tepat Sasaran

Fokus Jateng -SEMARANG – Jawa Tengah mengirim bantuan dan relawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi.

Bukan sekadar melepas logistik, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh personel memastikan bantuan benar-benar tiba di tangan warga yang membutuhkan.

Sebanyak 16 personel gabungan bersama ribuan paket bantuan diberangkatkan dari Semarang, Senin 17 Agustus 2026.

Mereka membawa bantuan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan tempat tinggal, obat-obatan, hingga dukungan tenaga kesehatan untuk penanganan masa darurat.

Luthfi mengatakan, kondisi di NTT terus dipantau. Karena itu, setibanya di lokasi, tim diminta langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan terkini.

“Jangan lupa, begitu nanti sampai di sana langsung ke gubernur, Bung Melki. Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” kata Luthfi.

Ia juga meminta para relawan mengutamakan keselamatan selama perjalanan yang akan ditempuh melalui jalur darat dan laut. Menurutnya, misi kemanusiaan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dengan mengabaikan keselamatan personel maupun bantuan.

“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Luthfi menegaskan, pengiriman kali ini baru merupakan tahap pertama. Pemprov Jateng telah menyiapkan skema bantuan lanjutan dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Pak Wagub dan Pak Sekda koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.

Luthfi juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat NTT yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, 16 personel yang diberangkatkan berasal dari BPBD Jateng, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.

Mereka dibagi dalam tiga fungsi utama, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Tim tersebut akan membantu penanganan darurat sekaligus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Untuk kebutuhan pangan, Jateng mengirim empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan dengan total 3.795 paket.

Sebanyak 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga juga diberangkatkan. Isinya antara lain matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya.

Tak hanya itu, sebanyak 6.587 paket kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung turut dikirim. Bantuan tersebut berupa terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, dan perlengkapan mandi.

Bantuan dihimpun dari sejumlah organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah BUMD Jawa Tengah.

Untuk mendukung perjalanan misi kemanusiaan tersebut, rombongan membawa 10 kendaraan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor.

Rute yang ditempuh cukup panjang, yakni Semarang-Tanjung Perak-Lembar-Kayangan-Poto Tano-Sape-Labuan Bajo-Nagekeo hingga Ende.

Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi tujuan utama tim. Dari lokasi tersebut, relawan juga akan membantu pendistribusian logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.

Salah seorang relawan Tagana Dinas Sosial, Agus Budianto, mengatakan, tim dari Jawa Tengah siap membantu masyarakat terdampak.

“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya.

Salah satu relawan BPBD Jateng yang diberangkatkan, Aditya Rama Githananda, senang bisa ikut mengemban misi kemanusian di NTT. Sebelumnya ia juga pernah diberangkatkan saat musibah banjir bandang dan longsor di Sumatera pada November 2025 lalu.

“Perjalanan darat akan kami tempuh selama tiga hari, kemudian jalur laut perjalanan bisa satu atau dua hari dengan tiga kali penyeberangan. Semoga perjalanan kami diberikan keselamatan dan kelancaran. Mohon doanya,” ungkap Adit. (ist/**)