Oleh : Nabila Heksa Ramadhani
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi Unisri Surakarta
Fokus Jateng –SRAGEN– Mahasiswa KKN Kelompok 47 Univeristas Slamet Riyadi Surakarta, Nabila Heksa Ramadhani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi, melaksanakan program kerja pribadi berupa pendampingan digitalisasi pencatatan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 ini bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan mencatat keuangan usaha secara lebih tertib, akurat, dan sistematis.
Mahasiswa KKN melaksanakan program pendampingan digitalisasi pencatatan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK pada UMKM BRILink di Woke Cell, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi serta pengelolaan keuangan usaha secara lebih tertib dan sistematis.
Pendampingan dilakukan secara langsung dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya pencatatan keuangan bagi keberlangsungan usaha, dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik penggunaan aplikasi SIAPIK. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha didampingi dalam memahami proses pencatatan transaksi secara digital sehingga pencatatan keuangan tidak hanya dilakukan secara sederhana, tetapi dapat tersusun dengan lebih rapi dan mudah dipantau.
Pemanfaatan aplikasi SIAPIK diharapkan dapat membantu UMKM BRILink Konter Woke Cell dalam mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas, memantau pemasukan dan pengeluaran, serta mendukung pengambilan keputusan usaha berdasarkan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur. Selain itu, tersedianya pencatatan dan laporan keuangan yang lebih tertib diharapkan dapat meningkatkan kesiapan usaha dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi kebutuhan administrasi pembiayaan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pelatihan penggunaan teknologi, tetapi juga mendorong penerapan pencatatan keuangan digital secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM BRILink di Woke Cell untuk membangun tata kelola keuangan yang lebih profesional, efektif, dan akuntabel. (Ist/**)
