FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Warga Karanganyar Surakarta (PWKS) meluncurkan aksi penghijauan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Langkah awal dari gerakan ini ditandai dengan penanaman 200 bibit pohon buah di area Alun-Alun Karanganyar pada Senin (17/8/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari target ambisius penanaman 1 juta pohon buah di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.
Ketua PWKS, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Soeharno, M.M., mengungkapkan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata kepedulian para perantau untuk memupuk rasa handarbeni (rasa memiliki) terhadap tanah kelahiran.
Sebagai tahap awal, bibit didistribusikan ke 17 kecamatan—masing-masing menerima 10 bibit untuk memastikan kesiapan lahan dan koordinasi lokal.
“Yang kita tanam bukan hanya pohon, tetapi juga kebaikan. Mudah-mudahan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Soeharno.
Jenis tanaman yang dipilih meliputi mangga, rambutan, durian, hingga sawo. Selain memperluas area penghijauan, pemilihan tanaman buah diproyeksikan memberikan nilai ekonomi langsung bagi warga saat memasuki masa panen.
PWKS memanfaatkan lahan kosong di tingkat kecamatan serta area tepi jalan yang aman. Untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup bibit, proses penanaman akan dilanjutkan secara bertahap menyesuaikan musim hujan, didukung ketersediaan stok susulan sebanyak 1.000 bibit.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi kolaboratif ini memperkuat program pemerintah daerah dalam memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar lingkungan semakin asri.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah memetakan sejumlah titik potensial untuk mendukung keberlanjutan program, antara lain kawasan Becen, Papahan, Lalung, serta area sekitar SMPN 3 Karanganyar.
“Aksi kolaboratif ini akan terus berlanjut hingga puncaknya pada momentum Hari Jadi Kabupaten Karanganyar mendatang,” ujar Rober.
Gerakan yang turut didukung jajaran tokoh PWKS seperti Yudomo dan Rahyono ini diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang sekaligus penguat tali silaturahmi antara perantau dan Bumi Intanpari. ( gw/bre)
