Lepas 16 Bus, Bupati Karanganyar Fasilitasi 700 Perantau Mudik Gratis dari TMII Jakarta

FOKUSJATENG.COM, JAKARTA – Senyum sumringah terpancar dari wajah ratusan perantau asal Karanganyar di Jakarta. Pada Senin (16/3/2026), Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi melepas keberangkatan rombongan mudik gratis bertajuk “Sesarengan Wangsul Karanganyar” Tahun 2026.

Acara pelepasan yang berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta Timur ini dimulai pukul 10.30 WIB. Suasana hangat menyelimuti area keberangkatan saat Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyapa langsung warganya yang hendak pulang ke Bumi Intanpari.

Rincian Armada dan Penumpang

Program tahun ini mengangkut sekitar 700 penumpang dengan total 16 armada bus. Berikut adalah rincian dukungannya:

  • 15 Bus: Difasilitasi oleh Pemkab Karanganyar melalui Dinas Perhubungan.

  • 1 Bus: Dukungan dari pihak swasta, PT MOP.

Dalam pelaksanaannya, operasional bus dibagi menjadi dua koordinasi utama, yakni 14 bus di bawah Paguyuban Warga Karanganyar (Pagaranyar) dan 2 bus difasilitasi oleh Paguyuban Jawa Tengah (PJT).

Profil Pemudik: Mayoritas Ber-KTP Karanganyar

Berdasarkan data panitia, program ini tepat sasaran bagi warga asli daerah. Komposisi peserta mudik tahun ini terdiri dari:

  1. 89,9%: Warga pemegang KTP Kabupaten Karanganyar.

  2. 10,5%: Warga kelahiran Karanganyar yang kini berdomisili di Jabodetabek.

Wujud Kepedulian Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi para perantau. Tujuannya agar warga bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa terbebani biaya transportasi yang biasanya melonjak menjelang Lebaran.

“Selamat jalan, selamat sampai tujuan, dan semoga seluruh pemudik dapat segera melepas rindu untuk berkumpul bersama keluarga tercinta di Bumi Intanpari,” ujar Bupati Rober saat melepas keberangkatan armada.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perhubungan Karanganyar, Bambang Jatmiko, S.Sos., M.Si., serta Ketua Umum Pagaranyar, Ragil Radiyo, S.Sn.

Tentang Program “Sesarengan Wangsul”

Program ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan sarana mempererat ikatan emosional antara warga perantauan dengan tanah kelahirannya. Dengan slogan “Sesarengan Wangsul”, pemerintah berharap tradisi mudik tetap terjaga sebagai momentum silaturahmi yang berkualitas di kampung halaman. ( bre )