Boyolali Terima Penghargaan Apresiasi Penanganan Stunting

Bupati Boyolali M Said Hidayat (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Bupati Boyolali, M. Said Hidayat medapat undangan dari Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. Boyolali menjadi salah satu kabupaten yang dinilai cukup baik dalam penanganan stunting. Agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) itu memang khusus membahas penanganan stunting di Indonesia.
“Dalam kegiatan itu pula, pak Wakil Presiden, memberikan penghargaan apresiasi kepada beberapa kabupaten dan pemerintah provinsi (Pemprov). Termasuk Pemprov Jateng. Kabupaten Boyolali hadir ini dalam rangka upaya penurunan stunting dinilai baik dan apresiasi dari pemerintah kemarin mendapat dana insentif fiskal daerah,” Katanya. Selasa 10 Oktober 2023.
Dana tersebut senilai Rp 6.326.580, menurut rencana akan dialokasikan lagi khusus untuk penanganan stunting di Boyolali. Dia menambahkan penurunan stunting memang memerlukan peran semua pihak. Sehingga percepatan dan penurunan stunting bisa berjalan dengan baik. untuk itu, Bupati mengajak semua elemen ikut serta merta menuntaskan stunting.
“Angka stunting di Boyolali turun cukup banyak. Tahun lalu angka stunting di Boyolali mencapai 8,2 persen kini turun menjadi 7,7 persen,” katanya.
Terpisah, Sekda Boyolali, Masruri mengatakan, Boyolali menjadi salah satu penerima alokasi insentif fiskal. Hal itu sesuai dengan pasal 13 perkemenkeu nomor 97 tahun 2023 tentang insentif fiskal untuk penghargaan kinerja kategori peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kemenkeu RI menganggarkan Rp 3 triliun.
Dari total alokasi dana insentif fiskal masih dibagi lagi dalam empat kategori. Yakni, kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrim, penurunan stunting, penggunaan produk dalam negeri, dan percepatan belanja daerah.
“Boyolali menerima tiga kategori dengan total Rp 18,4 miliar. Kategori penanganan stunting mendapat Rp 6,3 miliar, kinerja penggunaan produk dalam negeri mendapat Rp 6 miliar dan kinerja percepatan belanja daerah senilai Rp 6 miliar. (Dana itu) kami jabarkan dibanyak kegiatan dalam APBD.”