Gelar Simulasi Penanganan Bencana, BPBD Boyolali Siap Antisipasi Dampak Bencana Alam

Simulasi penanganan bencana alam oleh BPBD Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemkab Boyolali Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempersiapkan untuk antisipasi dampak bencana alam memasuki awal musim penghujan ini . Mengingat hampir seluruh wilayah di Kabupaten Boyolali rawan terjadi bencana alam. Seperti angin ribut, banjir dan tanah longsor.

“Menghadapi musim penghujan ini, karena hampir semua wilayah Boyolali ini terdampak (rawan bencana). Khususnya bencana angin ribut, seluruh wilayah di Boyolali rawan,” kata Kepala Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo.

Dijelaskan, hujan yang sudah mulai turun di sejumlah tempat ternyata sebagian diiringi tiupan angin kencang. Seperti terjadi di Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi pada Sabtu (9/11) sore yang mengkibatkan lima rumah roboh. “Di kawasan lereng Merapi di Kecamatan Selo juga sempat terjadi angin kencang yang merusak sejumlah rumah,” katanya.

Disebutkan sejumlah daerah rawan longsor seperti Kecamatan Selo, Musuk, Cepogo, Ampel serta Kemusu. Sedangkan Kecamatan Klego, rawan bencana tanah gerak. Adapun daerah rawan banjir dianaranya Kecamatan Ngemplak, Sambi, Banyudono, Nogosari bagian selatan dan Kecamatan Juwangi. Banjir terjadi akibat luapan-luapan sungai yang ada di wilayah terdampak.

Berkait hal itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan antisipasi sejak dini. Sehingga jika terjadi bencana, dapat secepatnya dilakukan penanganan. Sekaligus mengurangi dampak kerugian yang muncul. BPBD pun telah menyiapkan sejumlah peralatan seperti gergaji mesin dan peralatan pemotong tanaman. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pohon roboh akibat tiupan angin kencang.

“Berkaca dari kejadian bencana tahun lalu, keberadaan gergaji mesin sangat penting. Sehingga jika ada pohon roboh yang menutup jalan atau menimpa rumah, bisa secepatnya disingkirkan.Kami juga sudah menyiapkan sembako untuk membantu korban bencana,”katanya.

Pihaknya mengaku telah penyediaan perahu karet untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Meskipun tahun lalu, kawasan genangan banjir di wilayah Boyolali minim karena air dengan cepat surut kembali. “Memang sempat ada banjir, namun air cepat surut kembali. Namun demikian, kami tak boleh lengah dan tetap mempersiapkan perahu karet untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan,”ujarnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat Boyolali untuk meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan ini. Jika terjadi bencana di lingkungannya agar segera melaporkan ke petugas. Sehingga dapat ditangani secara cepat.