FOKUS JATENG-BOYOLALI-Masih dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi 1941 Saka, sekitar seribu umat Hindu Boyolali ikuti Dharma Santi. Agenda yang juga dimaksudkan sebagai sarana menjalin dan mempererat silaturahmi antar umat Hindu Boyolali ini digelar di Pendopo Gede Boyolali, pada Sabtu (4/5). Dengan mengambil tema nasional “Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa Paska Pemilu 2019” acara diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Kota Susu.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Tengah, I Nyoman Surahatta menjelaskan Dharma Santi ini dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan antar umat manusia dalam perdamaian. “Dharma Santi 1941 Saka ini adalah ajaran untuk mewujudkan perdamaian dan persaudaraan antar sesama umat manusia,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan ini direfleksikan dengan kegiatan saling memaafkan, menghormati dengan pikiran yang suci serta ucapan yang tulus dengan keterbukaan dan kejernihan hati. Sehingga diharapkan umat bisa menghapus segala kekhilafan, kelalaian dan kealpaan dan kesalahan kita semua.
Selain itu Nyoman berharap dengan Dharma Santi ini mampu meningkatkan keimanan. “Menjadi tradisi keagamaan yang mengandung nilai luhur untuk meningkatkan keimanan dan bhakti kepada Yang Kuasa,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Kabag Kesra Setda Kabupaten Boyolali, Pomo mengungkapkan senada dengan apa yang disampaikan Nyoman. Selain itu atas nama Pemkab Boyolali, pihaknya mengapresiasi semua pihak termasuk umat Hindu yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Untuk itu selanjutnya mengajak kembali merajut persatuan dan kebersamaan lagi.
“Coblosan Pemilu sudah selesai tanggal 17 April 2019. Setelah Pemilu selesai. Apapun pilihannya itu merupakan karunia Tuhan yang sudah menciptakan perbedaan,” tegas Pomo.
Selanjutnya disampaikan Pomo, dengan Dharma Santi diharapkan mampu meningkatkan kualitas umat. Karena perlu diketahui negara menjamin dan melindungi kebebasan warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Sebagai umat Tuhan yang baik yaitu umat yang mau evaluasi diri, introspeksi diri dan memperbaiki diri sesuai dengan keyakinan masing-masing. Agama itu dalah keyakinan, jika bapak ibu sudah yakin ikutilah sesuai dengan etika, dengan aturan agama masing-masing,” tandas Pomo.
