Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Gelar Edukasi Pendidikan Karakter dan Anti Bullying bagi Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Yuki Wenang Pratama

Mahasiswa KKN Kelompok 1 Desa Brangkal Universitas Slamet Riyadi

Fokus Jateng- SRAGEN – Senin 3 Juli 2026. Dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN Kelompok 1 Desa Brangkal Universitas Slamet Riyadi menyelenggarakan program kerja individu bertajuk “Pendidikan Karakter dan Anti Bullying bagi Peserta Didik Sekolah Dasar”.

 Kegiatan tersebut ditujukan kepada peserta didik sekolah dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter anak sekaligus upaya meningkatkan pemahaman mengenai bahaya bullying sejak usia dini.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yuki Wenang Pratama ini dimulai dari pentingnya membangun kebiasaan positif pada anak melalui pendidikan karakter. Usia sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan sikap dan perilaku, sehingga peserta didik perlu dibekali pemahaman mengenai bagaimana memperlakukan teman dengan baik, menghargai perbedaan, menunjukkan rasa empati, serta bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik mendapatkan penjelasan mengenai pengertian bullying beserta berbagai bentuknya yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diperkenalkan pada contoh tindakan seperti mengejek, memberikan julukan yang tidak menyenangkan, mengucilkan teman, melakukan kekerasan fisik, maupun tindakan lain yang dapat membuat seseorang merasa takut, sedih, atau tertekan.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Selain penjelasan secara langsung, kegiatan juga dikemas melalui penggunaan media visual, contoh situasi sederhana, diskusi, serta permainan dan kuis interaktif. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka mengenai sikap saling menghargai dalam pertemanan.

Tidak hanya membahas bagaimana mengenali bullying, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan tersebut. Peserta didik diarahkan untuk tidak ikut melakukan bullying, tidak membalas dengan kekerasan, serta berani mencari bantuan dari guru, orang tua, atau orang dewasa yang dapat dipercaya.

Menurut Yuki Wenang Pratama, pendidikan karakter dan pencegahan bullying perlu dikenalkan sejak sekolah dasar karena pembentukan perilaku tidak cukup hanya melalui pembelajaran akademik. Anak juga perlu belajar mengenai empati, toleransi, kepedulian, keberanian, dan rasa tanggung jawab agar mampu membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

Antusiasme peserta didik terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta didik aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan memberikan tanggapan ketika diberikan beberapa contoh situasi yang berkaitan dengan bullying. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memahami bahwa candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif bagi peserta didik. Edukasi mengenai pendidikan karakter dan anti bullying diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter baik, mampu menghargai teman, berani membela kebenaran, serta tidak melakukan maupun membiarkan tindakan bullying. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi *KKN Kelompok 1 Desa Brangkal Universitas Slamet Riyadi dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, peduli, dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi sesama. ( ist/**).