Makin Bersemangat, Kader JKN-KIS Berhasil Tagih Rp 1,3 Miliar Tunggakan Iuran Peserta

Kader JKN-KIS mendapat pengarahan dari pegawai BPJS Kesehatan Cabang Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Hasil evaluasi Kader JKN-KIS bulan Maret ini menunjukkan bahwa sebanyak 271 juta iuran peserta menunggak iuran berhasil dikumpulkan. Sedangkan hasil evaluasi triwulan I tahun ini menunjukkan sebanyak 1,3 milyar iuran peserta menunggak berhasil ditagih oleh 49 Kader JKN-KIS.

Pada tahun 2019 ini tercatat 49 Kader JKN-KIS terdaftar di wilayah Kabupaten Boyolali dan Klaten. Di wilayah Kabupaten Boyolali sebanyak 22 orang terdaftar sebagai Kader JKN-KIS sedangkan di Kabupaten Klaten sebanyak 27 orang Kader. Kader JKN-KIS merupakan warga yang sukarela mendaftar untuk menjadi mitra BPJS Kesehatan. Kader JKN-KIS ini mempunyai wilayah/desa binaan dengan prioritas warga desa yang mempunyai tunggakan iuran sebanyak 6 sampai dengan 24 bulan.

Demi meningkatkan kinerja Kader JKN-KIS dalam hal kolekting (pengumpulan) iuran peserta menunggak segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah), BPJS Kesehatan Cabang Boyolali rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Kader JKN-KIS setiap 2 minggu sekali.

Bertempat di Boyolali pada hari Rabu (24/04), Juliansyah selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali membuka acara tersebut didampingi Dini Hapsari selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan. Ia mengucapkan terima kasih atas kinerja Kader JKN-KIS selama ini karena telah berusaha dengan gigih membantu BPJS Kesehatan dalam hal mengumpulkan iuran peserta PBPU.

“Kader JKN-KIS lahir sejak tahun 2016 lalu dan hingga saat ini masih bertahan tidak lain karena perannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas kinerja para Kader JKN-KIS yang telah turut serta menyukseskan Program JKN-KIS dengan cara membantu mengumpulkan iuran peserta PBPU yang menunggak,” ujar Juliansyah yang kerap disapa Anca.

Anca menuturkan bahwa tahun ini target setiap Kader JKN-KIS adalah mengumpulkan iuran peserta menunggak segmen PBPU sebesar 10 juta rupiah setiap bulannya. Kolekting iuran merupakan tugas utama Kader JKN-KIS disamping menerima pendaftaran peserta baru dan juga pemberian informasi ataupun menerima keluhan. Untuk itu Anca mengharapkan semangat para Kader JKN-KIS untuk tetap terus berkobar membantu kesinambungan Program JKN-KIS.

“Banyak faktor yang menyebabkan peserta menunggak melakukan pembayaran iuran. Contohnya seperti tidak mengetahui manfaat Program JKN-KIS sehingga menunggu sakit baru kemudian dibayar iurannya. Hal-hal seperti ini bisa ditanggulangi dengan keberadaan Kader JKN-KIS. Kader JKN-KIS hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat mengenai manfaat Program JKN-KIS,” jelas Anca.

Pada kesempatan kali ini salah satu Kader JKN-KIS yaitu Hari Pratama menuturkan kiat-kiatnya dalam melakukan tugasnya sebagai Kader JKN-KIS.

“Intinya harus rajin berinovasi, jika cara A tidak berhasil maka harus mencoba cara B, cara C sampai berhasil. Selain itu kita tidak boleh menyerah dan pantang mundur. Karena begitu kita menyerah maka tidak akan jalan. Peserta yang menunggak ya akan terus menunggak, beban peserta juga akan semakin besar,” tutur Hari.

Hari yang pada evaluasi bulan Maret ini berhasil melampaui target pun menyampaikan bahwa kiat lain yang ia lakukan yaitu harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan. Misal warga A suka sepak bola, sebisa mungkin ia turut berbincang mengenai sepak bola. Menurutnya apabila sudah berhasil menarik minat warga maka membujuk warga untuk rutin membayar iuran Program JKN-KIS bukanlah hal yang sulit lagi.