Video Joget di Pendopo Ageng ISI Surakarta Viral

Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala (tengah) bersama jajaran pimpinan lainnya menggelar konferensi pers terkait video sejumlah orang berjoget dengan gerakan yang dinilai tidak pantas di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang viral di media sosial baru-baru ini, Senin, 24 Agustus 2026. (Istimewa. /*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-SURAKARTA-Video yang memperlihatkan sejumlah orang berjoget dengan gerakan yang dinilai tidak pantas di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menguat di media sosial. Rekaman tersebut memicu sorotan karena memperlihatkan aktivitas di salah satu ruang budaya kampus yang berlangsung setelah penutupan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Jumat malam, 21 Agustus 2026.

Pihak ISI Surakarta membenarkan lokasi dalam video tersebut. Kampus menyatakan tengah menelusuri kejadian itu dan akan memeriksa pihak-pihak yang terlibat.

Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala mengatakan kampus menyiapkan Komite Etik Mahasiswa untuk mengusut kejadian tersebut. Komite itu akan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Komite Etik Mahasiswa nanti akan bekerja sama dengan Satgas PPKPT untuk melakukan investigasi terkait kejadian yang muncul pada saat itu,” ujar Bondet saat ditemui di Gedung Rektorat ISI Surakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Bondet mengatakan pemeriksaan akan menentukan apakah aktivitas dalam video tersebut masuk dalam kategori pelanggaran etika kampus. Jika ditemukan pelanggaran, ISI Surakarta tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti terlibat.

Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan ISI Surakarta Esha Karwinarno mengatakan rekaman itu dibuat sekitar pukul 19.00 WIB setelah rangkaian Expo UKM berakhir. Menurut dia, aksi berjoget terjadi dalam suasana penutupan acara.

“Itu setelah acara Expo UKM, bagian closing. Anak-anak berjoget karena musik,” kata Esha.

Esha menegaskan aksi tersebut bukan bagian dari pertunjukan resmi Expo UKM. Gamelan yang terlihat dalam rekaman juga tidak digunakan saat aktivitas tersebut berlangsung.

“Gamelan tidak digunakan. Gamelan hanya menjadi objek yang terlihat di video. Sebelumnya memang ada pertunjukan kesenian tradisi,” ujarnya.

Menurut Esha, orang-orang dalam video tidak seluruhnya merupakan mahasiswa ISI Surakarta. Sebagian di antaranya disebut merupakan mahasiswa senior dan orang dari luar kampus yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kampus telah meminta panitia mahasiswa memberikan klarifikasi mengenai kegiatan itu. Sejumlah mahasiswa yang berkaitan dengan acara tersebut juga disebut telah menyampaikan penjelasan melalui kanal komunikasi mahasiswa, termasuk PKKMB dan BEM.

Bondet mengatakan ISI Surakarta akan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan mahasiswa menyusul munculnya video tersebut. Kampus juga akan memperkuat pembekalan mengenai etika dan nilai budaya kepada mahasiswa.

“Kami berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur budaya Nusantara, adat, dan etika,” katanya.

Penguatan materi tersebut akan dilakukan melalui stadium general bagi mahasiswa baru pada 28 Agustus 2026. Nilai budaya dan etika juga akan kembali ditekankan dalam sejumlah mata kuliah bagi mahasiswa lama.

Bondet menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung di lingkungan kampus. Ia mengatakan perhatian publik terhadap aktivitas di ISI Surakarta menjadi masukan bagi kampus untuk melakukan pembenahan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan antusiasme masyarakat terhadap hal-hal yang terjadi di ISI Surakarta,” ujarnya. (*Thia/**).