Ki Bayu Aji Hidupkan Perayaan HUT RI di Jetis Permai

Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jetis Permai (Jesper), RT 06/RW 10, Gentan, Baki, Sukoharjo, Senin malam, 24 Agustus 2026, diwarnai pentas wayang kolaborasi bersama dalang Ki Bayu Aji Pamungkas. (Istimewa. /*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-SUKOHARJO – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jetis Permai (Jesper), RT 06/RW 10, Gentan, Baki, Sukoharjo, berlangsung meriah. Puncak perayaan yang digelar Senin malam, 24 Agustus 2026, itu diwarnai pentas wayang kolaborasi bersama dalang Ki Bayu Aji Pamungkas.

Pentas yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut menghadirkan tokoh Punokawan dengan konsep berbeda. Empat warga Jetis Permai, yakni Agus Rahmanto, Yuli Ernawan, Eko Setyo Winanto, dan Dr. Ari Sumarwono, S.H., M.H., tampil langsung sebagai pemeran Punokawan.

Keempatnya bukan seniman wayang profesional. Di bawah arahan Ki Bayu Aji, mereka membawakan cerita yang bersumber dari kehidupan sehari-hari serta pengalaman warga di lingkungan Jetis Permai.

Ki Bayu Aji mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat tanpa naskah yang harus dihafalkan agar para pemain dapat tampil lebih natural. Menurut dia, cerita yang dekat dengan keseharian justru membuat pertunjukan lebih mudah diterima penonton.

“Jadi saya tidak mengasih mereka teks. Takutnya mereka nanti justru stres karena siapa tahu pas nggak nyambung,” kata Ki Bayu Aji seusai pertunjukan.

Sejumlah artis profesional turut hadir dalam pentas tersebut dan memerankan tokoh istri Gareng, Petruk, serta Bagong. Sementara di penghujung pertunjukan, tokoh Semar muncul bersama cucunya dan mengundang tawa penonton saat masuk ke panggung sambil berjoget.

Banyolan khas Punokawan membuat suasana lapangan voli Jetis Permai semakin ramai. Warga dari kampung sekitar juga ikut datang menyaksikan pertunjukan yang menjadi salah satu acara utama malam pentas seni tersebut.

Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Jetis Permai, Muhammad Leo Hardjono, mengatakan rangkaian perayaan tahun ini sengaja dibuat berbeda. Malam tirakatan yang biasanya digelar bersamaan dengan pentas seni dipisahkan agar masing-masing kegiatan memiliki suasana yang berbeda.

“Tujua n kita biar tirakatan lebih khidmat, sementara di acara pentas seni, suasana menjadi lebih meriah,” ujar M Leo.

Malam pentas seni dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Acara diawali doa, laporan panitia, dan sambutan Ketua RT 06 Jetis Permai Cahyo Yuli Kristanto sekaligus pembukaan kegiatan.

Sejumlah penampilan warga turut mengisi acara, mulai dari pembacaan puisi kepahlawanan oleh Wika, Rahma, Fella, dan Nella yang diiringi lagu “Gugur Bunga” oleh Band Remaja Jesper. Penampilan anak-anak dan ibu-ibu PKK melalui paduan suara juga turut menyemarakkan panggung.

Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Grup Band Jesper yang diisi Damar, Dona, Ade, dan Kayla. Setelah pentas wayang, Silvia, istri Ki Bayu Aji, tampil membawakan “Jogja Istimewa”, disusul duet M Leo Hardjono bersama istrinya melalui lagu “Kerinduan”.

Empat pemeran Punokawan masih berada di panggung ketika sesi musik berlangsung sehingga suasana tetap cair. Anak-anak kemudian diajak naik ke panggung dan diberi pertanyaan mengenai pertunjukan wayang yang baru mereka saksikan.

Selain hiburan, perayaan HUT RI di Jetis Permai juga diisi berbagai perlombaan, seperti Billiard Cup, Voli Fun Game, Voli Bersponsor, badminton, pingpong, serta sejumlah lomba untuk anak-anak dan ibu-ibu. Panitia turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang dan membagikan doorprize kepada warga.

Setelah acara resmi ditutup, hiburan bebas berlanjut hingga sekitar tengah malam. Ki Bayu Aji dan Silvia kembali tampil bernyanyi bersama, sementara warga ikut bernyanyi dan berjoget.

Melalui perpaduan wayang, musik, humor, dan berbagai kegiatan warga, malam pentas seni tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian perayaan HUT RI di Jetis Permai, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat kebersamaan antarwarga./*Thia