Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Dorong Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa melalui Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Oleh: Jaenal Habidin

Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Unisri Surakarta

FokusJateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Kebiasaan Menabung Sejak Dini”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah dasar Negri 01 Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dengan sasaran siswa sekolah dasar kelas IV-VI

Program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Bimbingan dan Konseling kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pembentukan karakter dan perkembangan pribadi siswa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun kebiasaan positif melalui kegiatan menabung. Menabung tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menyimpan uang, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk melatih sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, serta pengendalian diri sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi secara interaktif dengan menggunakan media presentasi dan tanya jawab yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Materi yang diberikan meliputi pengertian menabung, tempat untuk menabung, manfaat menabung, pengertian disiplin dan tanggung jawab, serta pentingnya menggunakan uang saku secara bijak.

Siswa juga diberikan contoh sederhana mengenai penerapan disiplin dalam menabung, seperti menyisihkan sebagian uang saku secara rutin dan tidak menghabiskan seluruh uang untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan. Melalui materi tersebut, siswa diajak memahami bahwa jumlah uang yang ditabung tidak harus besar, tetapi yang paling penting adalah adanya kemauan dan konsistensi untuk membangun kebiasaan menabung.

Program kerja mahasiswa Bimbingan dan Konseling ini juga dilaksanakan secara kolaboratif dengan mahasiswa dari program studi lain. Mahasiswa PGSD berperan dalam kegiatan yang berkaitan dengan celengan sebagai media menabung, sedangkan mahasiswa Manajemen memberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung sejak sekolah dasar. Sementara itu, mahasiswa BK berfokus pada aspek pembentukan karakter, terutama disiplin, tanggung jawab, pengendalian diri, dan pembentukan kebiasaan positif.

Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diarahkan untuk membuat komitmen sederhana untuk mulai menabung. Siswa diajak menyisihkan sebagian uang saku sesuai dengan kemampuan masing-masing dan memasukkannya ke dalam celengan secara rutin. Komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jaenal Habidin selaku pelaksana program berharap kegiatan ini dapat membantu siswa memahami bahwa kebiasaan menabung bukan hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga merupakan salah satu cara untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin sejak dini dapat membantu siswa belajar mengendalikan diri, menentukan prioritas, serta menggunakan uang saku dengan lebih bijak.

Kegiatan ini mendapat dukungan melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan keterlibatan mahasiswa KKN-PPM dalam pelaksanaan kegiatan. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti penyampaian materi, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pengalaman mereka mengenai kebiasaan menabung.

Melalui program “Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Kebiasaan Menabung Sejak Dini”, diharapkan siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menabung diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN-PPM selesai, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri dengan dukungan dari orang tua dan guru.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya sederhana dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Dengan membiasakan siswa untuk menabung secara rutin, menggunakan uang saku secara bijak, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat berkembang dan diterapkan dalam berbagai aktivitas kehidupan siswa. ( ist/**)

Penulis: Jaenal Habidin