Penulis: Carita Zallzabilla,
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Fokus Jateng –SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertema “Sosialisasi Stop Bullying: Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Ramah Anak di Desa Jono” di SD Jono 1, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi bullying di lingkungan
sekolah.
Penyampaian Materi Mengenai Bullying
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diberikan pemahaman bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti, merendahkan, mengganggu, atau membuat orang lain merasa takut dan tidak nyaman yang dilakukan secara sengaja.
Materi yang diberikan juga mencakup beberapa bentuk bullying, antara lain bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan cyberbullying. Contoh-contoh sederhana diberikan agar siswa dapat mengenali tindakan bullying yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara bercanda dan bullying. Siswa diajak memahami bahwa candaan tidak seharusnya membuat orang lain merasa sakit hati, takut, malu, atau tertekan.
Mengenali Dampak Bullying
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa bullying dapat memberikan dampak bagi korban, baik secara fisik maupun emosional. Tindakan bullying dapat membuat seseorang merasa sedih, takut, malu, tidak percaya diri, bahkan enggan datang ke sekolah.
Melalui penyampaian materi tersebut, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap teman di sekitarnya. Siswa diberikan pemahaman bahwa apabila melihat teman mengalami bullying, mereka tidak boleh ikut mengejek atau mendukung tindakan tersebut, tetapi sebaiknya membantu dan melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya.
Mengajak Siswa Berani Speak Up
Dalam kegiatan sosialisasi, siswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan mengenai bullying.
Mahasiswa mengajak siswa untuk berani speak up apabila mengalami atau melihat tindakan bullying.
Siswa diberikan pemahaman bahwa meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya bukanlah tindakan yang salah. Sebaliknya, keberanian untuk bercerita dapat menjadi salah satu langkah untuk menghentikan tindakan bullying.
Mahasiswa juga mengajak siswa untuk menerapkan sikap saling menghargai, menyayangi, membantu, dan tidak membeda-bedakan teman. Dengan demikian, lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah Anak
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara langsung di SD Jono 1 dan diikuti oleh siswa-siswi sekolah dasar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali tindakan bullying, memahami dampaknya, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau melihat bullying. Selain itu, siswa diharapkan dapat menerapkan perilaku saling menghargai dan menciptakan hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, khususnya di SD Jono 1, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. ( ist/**)
