Kolase Polowijo sebagai Media Edukasi Lingkungan bagi Siswa SD N Jono 2

Oleh : Septa Kusuma Anggraeni

Mahasiswa Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Fokus Jateng – SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Kelompok 91 melaksanakan program kerja individu berupa “Kolase Polowijo sebagai Media Edukasi Lingkungan bagi Siswa SD N Jono 2”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Septa Kusuma Anggraeni (23540042), Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan belajar yang kreatif dan menyenangkan. Anak-anak usia sekolah dasar berada pada masa yang tepat untuk dikenalkan pada konsep pemanfaatan bahan alam di sekitar mereka, sekaligus dilatih daya kreativitas dan keterampilan motoriknya. Oleh karena itu, pemanfaatan hasil polowijo sebagai media edukasi menjadi salah satu cara yang dipilih untuk menyampaikan pesan cinta lingkungan kepada siswa.

Kegiatan menyasar siswa-siswi SD Negeri Jono 2, yang berlokasi di wilayah kerja KKN Kelompok 91 UNISRI. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal berbagai jenis polowijo seperti jagung, kacang hijau, kedelai, dan biji-bijian lain, sekaligus belajar mengolahnya menjadi karya seni kolase yang bernilai edukatif.

Dalam penyampaian kegiatan, Septa menjelaskan bahwa kolase polowijo merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis lingkungan yang mengajak siswa untuk memanfaatkan bahan-bahan alami dan mudah didapat di sekitar tempat tinggal mereka. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dilatih kreativitasnya, tetapi juga diajak memahami bahwa bahan-bahan sederhana di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai seni.

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi pengenalan berbagai jenis hasil polowijo, penjelasan mengenai manfaat serta pentingnya menjaga lingkungan pertanian, hingga praktik langsung menempelkan biji-bijian pada media gambar untuk membentuk sebuah karya kolase. Siswa juga diajarkan untuk menyusun pola, memadukan warna alami dari biji-bijian, serta melatih ketelitian dan kesabaran selama proses pembuatan karya.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan dan hasil bumi di sekitar mereka. Siswa diajak untuk memahami bahwa polowijo tidak hanya bermanfaat sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendukung pelestarian lingkungan serta pengurangan penggunaan bahan sintetis dalam kegiatan berkarya.

Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Septa juga memberikan pemahaman bahwa metode pembelajaran berbasis kreativitas dan lingkungan dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk menumbuhkan minat belajar siswa. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas langsung serta pemanfaatan bahan alam dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih menyenangkan sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif dalam memilih dan menyusun biji-bijian polowijo sesuai kreativitas masing-masing. Sebagian besar siswa menunjukkan rasa senang dan bangga terhadap hasil karya kolase yang mereka buat, bahkan beberapa di antaranya saling menunjukkan dan menceritakan makna dari karya yang telah diselesaikan.

Antusiasme siswa SD N Jono 2 terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari mendengarkan penjelasan, memilih bahan, hingga menyelesaikan karya kolase. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang baru, tetapi juga melatih siswa untuk lebih menghargai hasil alam serta memanfaatkannya secara kreatif.
Kegiatan kolase polowijo ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa, khususnya dalam menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman akan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Penerapan media edukasi berbasis lingkungan diharapkan mampu menjadi bekal bagi siswa untuk lebih peka terhadap kondisi alam sekitar sejak usia dini.

Program kerja individu ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh Septa selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah dasar.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 91 berharap edukasi lingkungan melalui kolase polowijo dapat memberikan kesan dan pemahaman yang berkelanjutan bagi siswa SD N Jono 2. Kreativitas yang telah dilatih diharapkan dapat terus dikembangkan, sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 91 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kreatif berbasis lingkungan. Dengan adanya pengenalan pemanfaatan hasil polowijo sebagai media belajar, diharapkan dapat tercipta generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sejak dini. (Ist/**)