Antispasi Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali Jika Kekeringan 

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali mengantisipasi dampak penurunan debit air baku yang mulai terjadi di sejumlah wilayah dengan menyiapkan berbagai langkah agar kontinuitas pasokan air bersih kepada pelanggan tetap terjaga selama musim kemarau.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali Iwan Marwanto, menjelaskan bahwa kendati pasokan air diusahakan tetap mengalir, jika dampak El Nino menyebabkan pasokan air bersih dari PDAM berkurang, salah satu upaya yang ditempuh yaitu mengalirkan air PDAM secara bergilir dengan durasi tertentu.

“Kontinuitas aliran akan tetap kita jaga. Cuma memang ada beberapa daerah yang pengalirannya akan digilir. Jadi yang biasanya mengalir setiap hari, bisa menjadi dua hari sekali,” ujar Iwan saat ditemui awak media, Kamis 23 Juli 2026.

Disebutkan target Tahun Ini, PUDAM menargetkan dampak penggiliran air hanya berkisar 25 persen hingga 30 persen dari total pelanggan. Angka ini diharapkan membaik dibanding tahun lalu yang sempat menyentuh angka 40 persen.

“Ini penyakit tahunan bagi PDAM. Setiap musim kemarau, pasti ada wilayah yang tidak teraliri air. Nah, sekarang ini kita lagi usahakan agar kontinuitas itu tetap terjaga, walaupun tidak bisa 100 persen,” katanya.

Menurutnya keterbatasan sumber air baku dan belum adanya investasi penambahan sumber baru menjadi tantangan utama PDAM Boyolali saat ini. Adapun, strategi yang diterapkan adalah dengan mengalihkan suplai dari sumber air yang melimpah ke daerah yang debitnya menyusut.

“Ada sumber air yang berlebih, ini sedang kita usahakan dan rekayasa alirannya supaya bisa menyuplai daerah yang sumber air bakunya terpengaruh kemarau,” terang Iwan.

Secara umum, Iwan mengatakan bahwa pasokan air diperkirakan masih aman hingga Desember 2026. Namun, kewaspadaan ekstra tetap disiapkan jika musim kemarau meluas melebihi prediksi BMKG.

Saat ini, penggiliran belum diberlakukan. Wilayah yang sudah menerapkan penggiliran antara lain Kecamatan Ampel, mengingat debit sumber air bakunya relatif kecil dan belum memiliki jalur alternatif.

Selain itu, PDAM juga memetakan daya tahan sejumlah embung penampung air permukaan. Diantaranya embung Watu gajah di Cepogo yang diprediksi habis pada bulan September, lalu Embung Melikan di Cepogo diprediksi habis pada Oktober-November.

“Tapi kita sudah mempersiapkan rencana cadangan untuk mengatasi penutupan embung tersebut, jadi aman,” kata Iwan menambahkan PDAM Tirta Ampera saat ini melayani sekitar 57.000 pelanggan aktif dari total 70.000 sambungan rumah (SR). ( yull/*”)