Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa di Keraton Surakarta, Dukung Revitalisasi Berjalan Aman

Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta membersihkan sarang tawon vespa di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis, 23 Juli 2026. Foto: Istimewa. (Thia/Fokusjateng.com)

Fokusjateng-SURAKARTA-Sejumlah sarang tawon vespa atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon ndas dibersihkan dari kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko guna mendukung kelancaran program revitalisasi Keraton yang tengah dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pembersihan sarang tawon dilakukan oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta setelah berkoordinasi dengan Keraton Surakarta Hadiningrat melalui Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GKR Wandansari atau Gusti Moeng.

Keberadaan tawon vespa dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para pekerja revitalisasi, abdi dalem, wisatawan, hingga masyarakat yang beraktivitas di lingkungan Keraton. Karena itu, proses evakuasi dilakukan oleh petugas Damkar yang memiliki keahlian dan peralatan khusus agar penanganan berlangsung aman tanpa merusak kawasan cagar budaya.

GKR Wandansari mengatakan, revitalisasi Keraton tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan bersejarah, tetapi juga harus memastikan seluruh proses pekerjaan berlangsung aman.

“Keselamatan pekerja, abdi dalem, wisatawan, dan masyarakat merupakan prioritas. Karena itu kami berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta untuk menghilangkan potensi bahaya berupa sarang tawon vespa di kawasan Keraton,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Pelihara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah, KRMH Suryo Kusumo Wibowo, menilai langkah tersebut merupakan bagian penting dari mitigasi risiko selama proses revitalisasi berlangsung.

Menurutnya, penanganan sarang tawon oleh petugas yang berkompeten diperlukan agar aktivitas revitalisasi dapat berjalan aman tanpa mengganggu keselamatan para pekerja maupun pengunjung.

Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi Keraton Surakarta tidak hanya ditentukan oleh kualitas pekerjaan fisik, tetapi juga kesiapan aspek pendukung, termasuk keamanan lingkungan kawasan cagar budaya.

Melalui kolaborasi antara Keraton Surakarta Hadiningrat, Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kota Surakarta, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan program revitalisasi dapat berjalan lancar dengan tetap mengedepankan pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keselamatan seluruh pihak. (**/*Thia)